Masa Kecil Neil Armstrong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Astronot Neil Armstrong diperikas di Cape Kennedy, untuk persiapan penerbangan Gemini 8, dalam foto 9 Maret 1966 ini. AP/File

    Astronot Neil Armstrong diperikas di Cape Kennedy, untuk persiapan penerbangan Gemini 8, dalam foto 9 Maret 1966 ini. AP/File

    TEMPO.CO, Jakarta - Pria yang pertama kali menjejak kaki di bulan, Neil Alden Armstrong, sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia aeronautika sejak belia. Armstrong lahir di Wapakoneta, Ohio, Amerika Serikat, pada 5 Agustus 1930. Dia adalah anak tertua dari tiga bersaudara pasangan Stephen dan Viola Engel Armstrong.

    Ayah Armstrong bekerja sebagai auditor untuk pemerintah. Stephen bepergian ke banyak negara demi tugasnya, seperti ke Jefferson, Havana, Upper Sandusky, dan Warren. Namun pada akhirnya, keluarga Armstrong kembali ke Wapakoneta dan menetap di sana.

    Di masa kanak-kanak, Armstrong terbiasa melakukan pekerjaan rumah sendiri bersama dua saudaranya, Dean dan June, misalnya menyiangi tanaman maupun mencuci pakaian.

    Pada usia dua tahun, Armstrong bersama ayahnya pergi melihat perlombaan udara nasional di Cleveland. Ketika melihat pesawat, Armstrong jatuh cinta pada penerbangan.

    Armstrong kecil sangat suka pelajaran Matematika dan Sains. Armstrong terkenal pintar dan gemar membaca buku. Di kelas I SD saja, dia sudah melahap 90 buku. Kemampuan Neil kelas I SD setara dengan anak kelas V.

    Dia juga mulai mempelajari astronomi. Planet dan bintang-bintang membuatnya terkagum-kagum. Kesukaan Armstrong ini semakin tersalurkan karena tetangganya memiliki teleskop.

    Umur enam tahun, Armstrong ikut dalam penerbangan Tin Goose. Dia mulai menyelami ilmu penerbangan pada usia 14 tahun. Yang mencengangkan, di umur 16 tahun, dia sudah memperoleh surat izin terbang. Itu ketika Armstrong belum punya surat izin mengemudi.

    Meski masih belia, Armstrong menempuh pendidikan menengah di Blume High School adalah pilot yang tekun bereksperimen. Armstrong membuat berbagai model pesawat dan menguji coba teori.

    Dia pernah membuat terowongan angin kecil di lantai dasar rumahnya untuk mempelajari pengaruh tekanan udara pada kecepatan. Tak sia-sia, tahun 1947, dia mendapat beasiswa dari Angkatan Laut Amerika Serikat untuk melanjutkan sekolah di Purdue University, jurusan teknik penerbangan.

    AFP | Buzzle.com | ATMI PERTIWI

    Berita Terkait:
    Detik-Detik Pendaratan Neil Armstrong di Bulan
    Neil Armstrong Meninggal Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.