Obama Vs Romney Merambah Sektor Energi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Mitt Romney. AP/Jae C. Hong

    Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Mitt Romney. AP/Jae C. Hong

    TEMPO.CO , Arkansas - Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Mitt Romney, berusaha untuk kembali memfokuskan kampanye presidennya pada bidang ekonomi. Ia mempromosikan proposal energi yang bertujuan untuk menciptakan lebih dari 3 juta pekerjaan baru dan membuka lebih banyak wilayah untuk pengeboran lepas pantai.

    Sektor energi menjadi agenda Romney jika terpilih, dikaitkan dengan pembukaan lapangan pekerjaan baru. Sebelumnya, ia juga menyoroti isu-isu "remeh" seperti pemerkosaan, aborsi, kesejahteraan, dan jaminan kesehatan.

    Bisa jadi, balik haluan Romney ke bidang ekonomi untuk menanggapi kampanye Presiden Barack Obama yang juga mulai menunjukkan dorongan baru terhadap perekonomian, khususnya sektor energi. Hari ini, tim kampanye Obama meluncurkan iklan televisi yang menampilkan mantan Presiden Bill Clinton. Dalam iklan tersebut, Clinton berbicara langsung ke kamera dan mengatakan pemilih menghadapi "pilihan yang jelas" di mana kandidat yang didukungnya, Obama, akan memberi dukungan penuh bagi terciptanya lapangan kerja baru.

    "Kita perlu terus dengan rencananya," kata Clinton dalam iklan, yang diluncurkan serempak di delapan negara bagian.

    Mantan presiden ini juga menarik hubungan antara kebijakan Obama untuk upaya memperkuat kelas menengah dan kemakmuran ekonomi bangsa selama dia menjabat. Obama seolah menjadikan Clinton sebagai pengingat kepada pemilihnya bahwa ekonomi kuat terakhir kali adalah saat seorang Demokrat duduk di Gedung Putih.

    Janji swasembada energi Romney menghidupkan kembali tujuan jangka panjang yang sulit dipahami untuk mengurangi ketergantungan Amerika pada pasokan asing. Hampir setiap presiden AS, termasuk Obama, telah dibuat ketersediaan pasokan energi menjadi mirip sebuah sumpah. Richard Nixon mengangkat kemandirian energi pada tahun 1973 setelah produsen minyak Arab memotong pasokan dalam menanggapi dukungan AS pada Israel dalam perang Timur Tengah.

    Obama telah menyerukan pengurangan sepertiga impor minyak AS pada tahun 2025. Proposal presiden untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri antara lain dilakukan dengan menawarkan insentif kepada perusahaan yang memegang sewa untuk pengeboran lepas pantai dan darat untuk mempercepat pemulihan, meningkatkan penggunaan biofuel dan gas alam, dan membuat kendaraan yang lebih hemat energi.

    Kampanye Obama merilis sebuah pernyataan dari mantan Menteri Energi Federico Pena, yang bertugas di bawah Presiden Bill Clinton, yang mempertanyakan bagaimana Romney mencapai "tujuan swasembada energi".

    Tim Kampanye Obama juga mengumumkan hari Kamis bahwa mereka akan mulai menerima sumbangan warga melalui pesan teks. Mulai minggu ini, Verizon, Sprint, T-Mobile dan US Cellular pelanggan akan dapat menyumbangkan hingga US$ 50 per pelanggan yang mengirimkan pesan singkat bagi kubu Obama.

    AP | TRIP B

    Terpopuler
    Manfaat Hubungan Intim Tanpa Kondom bagi Istri

    Kerajaan Akui Foto Telanjang Itu Pangeran Harry

    10 Selebriti yang Meninggal karena HIV/AIDS

    Ada Gerakan "Anti-Obama" dalam Militer AS?

    Sukotjo Ingin Suap ke Perwira Polisi Dibongkar

    Sebab Media Inggris Tak Muat Foto Bugil Harry

    Mengapa Isu Agama Tak Laku di Amerika Serikat?

    Uskup Jakarta Tahbiskan Tiga Imam 

    Sertifikat Kematian Natalie Wood Diubah

    Usia Ayah Diduga Penyebab Autisme Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.