Menlu: Indonesia Punya Pengalaman Soal Rohingya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) membawa poster saat berunjukrasa di perempatan vetaran, Malang, Jawa Timur, Rabu (1/8). ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Sejumlah aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) membawa poster saat berunjukrasa di perempatan vetaran, Malang, Jawa Timur, Rabu (1/8). ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia mendorong negara tetangganya, Myanmar, untuk menyelesaikan konflik terkait etnis Rohingya di sana. Sebulan terakhir, terjadi bentrok antaretnis Rakhine dan Rohingya di Myanmar yang menyebabkan ribuan orang Rohingya terusir dari tempat tinggalnya.

    Sebagai bentuk nyata dukungan Indonesia untuk Myanmar, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengoordinasi upaya komunikasi dengan semua Menlu negara-negara Asean untuk merilis pernyataan bersama Asean, Sabtu, 18 Agustus 2012, ini. Dalam pernyataan bersama itu, Asean menyatakan dukungan dan siap menyediakan bantuan kemanusiaan untuk membantu Myanmar menyelesaikan masalah Rohingya.

    Menurut Marty, Indonesia punya pengalaman menangani konflik dalam negeri yang berakar dari perbedaan etnis dan agama. Sekitar 10 tahun lalu, konflik seperti Rohingya memang pernah terjadi di Poso, Sulawesi, dan Ambon, Maluku. “Karena itu, Indonesia memahami kompleksitas dan tantangan yang dihadapi Myanmar dalam menyelesaikan konflik itu,” kata Marty dalam rilisnya, Sabtu, 18 Agustus 2012.

    Selain mendorong pernyataan bersama Menlu Asean, pemerintah Indonesia juga sudah menunjuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai utusan khusus pemerintah Indonesia untuk masalah ini.

    Pada Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Negara Islam (OKI) di Mekkah, Saudi Arabia, tanggal 14-15 Agustus 2012 lalu, Indonesia juga menyatakan sikapnya yang mendukung pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan konflik Rohingya.

    IRA GUSLINA SUFA

    Berita Terpopuler:
    KPK Beraksi, Wakil Ketua PN Semarang Menangis

    Hakim yang Ditangkap KPK Ternyata Makelar Kasus

    Hakim Kartini Sudah Bebaskan 5 Koruptor

    Happy Birthday Indonesia Jadi Trending Topic Dunia

    Perilaku Hakim Kartini Dinilai Tak Pantas

    Inilah Dua Hakim Yang Ditangkap KPK di Semarang

    BJ Habibie Jadi Pembina Upacara Dunia Maya

    TKI di Belanda: Kami Belum Merdeka

    Gara-gara Arus Mudik, Paskibra Nangis

    Hari Kemerdekaan RI, Siwon Super Junior Ngetweet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.