Polisi Inggris Kepung Kedutaan Ekuador  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di luar kantor kedutaan besar Ekuador di London, Inggris (20/6). Pendiri WikiLeaks Julian Assange dikabarkan meminta suaka kepada Ekuador. REUTERS/Paul Hackett

    Polisi berjaga di luar kantor kedutaan besar Ekuador di London, Inggris (20/6). Pendiri WikiLeaks Julian Assange dikabarkan meminta suaka kepada Ekuador. REUTERS/Paul Hackett

    TEMPO.CO, London - Inggris murka dengan keputusan Ekuador memberikan suaka kepada bos WikiLeaks, Julian Assange. Pria yang dicari di Swedia dengan tuduhan pemerkosaan dan penyerangan seksual ini telah menghabiskan hampir dua bulan bersembunyi di Kedutaan Ekuador.

    Kemarin lebih dari 40 polisi mengepung gedung kedutaan di pusat Kota London untuk memastikan pria asal Australia itu tidak diselundupkan keluar gedung itu.

    Enam petugas ditempatkan untuk menjaga lift dan akses ke atap sebagai bagian dari sebuah operasi yang akan menelan biaya sekitar 50 ribu poundsterling (setara Rp 749 juta) sehari. Saat Assange menapakkan kaki di luar batas-batas kedutaan, yang hanya beberapa meter dari pusat perbelanjaan terkenal Harrods, pria 41 tahun ini akan ditangkap.

    Polisi akan dilengkapi dengan peralatan deteksi untuk menggagalkan setiap usaha melarikan Assange keluar kedutaan.

    Puluhan pendukung Assange menerikakkan dukungannya. Banyak dari mereka mengenakan masker terkait dengan kelompok hacker Anonymous yang kerap menyerang situs pemerintah.

    Tepuk tangan membahana saat Menteri Luar Negeri Ekuador, Ricardo Patino, menyatakan bahwa Assange telah diberikan "suaka diplomatik" pada konferensi pers di ibu kota Quito.

    BBC | TRIP B

    Terpopuler
    Gus Dur Dukung Ahok

    SBY Gusar, Ini Klarifikasi Antasari Azhar

    Mahar Miliaran Pendukung Calon Gubernur

    Kirab Mobil Esemka, Jokowi Duduk Di Atap

    Sandi Dibunuh dan Diseret 200 Meter

    Presiden SBY: Terima Kasih KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.