Israel Siapkan Perang 30 Hari dengan Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benjamin Netanyahu. AP/Jim Hollander, Pool

    Benjamin Netanyahu. AP/Jim Hollander, Pool

    TEMPO.CO , Tel Aviv - Israel serius dengan rencananya menyerang Iran. Menteri Pertahanan Dalam Negeri Matan Vilnai menyatakan,  serangan terhadap Iran kemungkinan akan memicu konflik selama sebulan yang akan menyebabkan 500 orang Israel tewas.

    Vilnai mengatakan kepada surat kabar Maariv bahwa pertempuran akan terjadi "di beberapa medan pertempuran", dengan ratusan rudal ditembakkan ke kota-kota Israel. Israel harus bersiap, katanya, meskipun serangan terhadap semua fasilitas nuklir Iran harus dikoordinasikan dengan Amerika Serikat.

    Sementara itu, seorang blogger AS telah menerbitkan apa yang disebutnya sebagai "rencana serangan Israel".

    Richard Silverstein mengatakan kepada BBC ia telah diberi bocoran pengarahan berupa memo internal untuk delapan anggota kabinet keamanan Israel, yang menguraikan apa yang akan militer Israel lakukan untuk mencegah senjata nuklir Iran berkembang.

    Teks itu diakui Israel sebagai satu-satunya memo bagi kabinetnya, tak ada yang lain. Tapi Richard Silverstein berpendapat beda. Ia percaya dokumen itu sengaja dibocorkan untuk memperingatkan dunia luar terhadap rencana militer Israel untuk menyerang Iran dan dengan demikian mengurangi kemungkinan hal itu terjadi.

    Sebuah debat publik belum pernah terjadi sebelumnya sedang berlangsung di Israel pada kebijaksanaan meluncurkan serangan terhadap Iran. Dan dokumen ini bocor, apa pun sumbernya, dan apa pun tujuan aslinya, telah menjadi elemen dalam perdebatan itu.

    Dokumen itu sendiri yang mencolok baik dalam skala maupun cakupan operasi militer yang diusulkan. Berbagai teknologi akan dimainkan dalam perang itu dan kesiapan penyerangan "sepenuhnya operasional".

    BBC | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.