OKI Bekukan Keanggotaan Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad menghadiri reli di alun-alun Umayyad di Damaskus, Suriah, Kamis (15/3). REUTERS/Khaled al-Hariri

    Para pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad menghadiri reli di alun-alun Umayyad di Damaskus, Suriah, Kamis (15/3). REUTERS/Khaled al-Hariri

    TEMPO.CO, Jakarta - Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam ke-4 resmi membekukan keanggotaan Suriah. KTT juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera membantu menyelesaikan konflik di Suriah. "Terkait masalah Suriah, KTT memutuskan untuk membekukan keanggotaan Suriah pada OKI," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam siaran pers yang diterima Tempo, Rabu, 15 Agustus 2012. 

    Menurut Marty, KTT juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan agar konflik, pertumpahan darah, dan kekerasan di Suriah segera dihentikan. “Kekerasan, pembunuhan, harus segera dihentikan. Masyarakat internasional, termasuk di dalamnya PBB, tidak boleh berpangku tangan. Peperangan yang terjadi Suriah telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan,” kata Marty.

    Selain masalah Suriah, secara khusus KTT Luar Biasa OKI juga membahas kondisi kaum minoritas muslim dari etnis Rohingya di Myanmar. KTT menyayangkan kekerasan yang terjadi terhadap Muslim Rohingya dan mendorong pemerintah Myanmar untuk segera melakukan proses rehabilitasi dan rekonsiliasi di daerah Rakhine. KTT mendukung peran ASEAN dalam membantu Myanmar dalam proses reformasi dan demokrasinya termasuk dalam mengatasi permasalahan etnis Rohingya.

    Sedangkan terkait isu Palestina, KTT mendukung keanggotaan Palestina sebagai anggota penuh PBB dan meminta seluruh anggota PBB mendukung perjuangan Palestina.

    Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri KTT Luar Biasa ke-4 OKI di Makkah Al-Mukarramah, Saudi Arabia, tanggal 14-15 Agustus 2012. KTT Luar Biasa OKI digelar untuk merespons beberapa isu utama yang dihadapi umat Islam dewasa ini, seperti situasi di Suriah, Palestina, dan muslim Rohingya. 

    FEBRIANA FIRDAUS

    Berita Terpopuler:
    Berpengacara Sama, Polri Dicurigai Mau Main Mata
    Korban Kebakaran Adukan Foke

    Ular Piton dengan 87 Butir Telur Ditemukan

    Pengacara Djoko Susilo Juga Kuasa Hukum Mabes Polri

    Kasus Simulator SIM, Ada Upaya Selamatkan Djoko?

    Polemik Simulator SIM, Kapolri Kumpulkan Pengacara

    Ditemukan Hiu Purba Berusia 270 Tahun

    Arkeolog Ini Temukan Piramida via Google Earth

    Nasib Penggalian Bunker di Bawah Kantor Jokowi

    Sepupu Kate Middleton Tampil Telanjang di Playboy


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.