Di Meksiko, 7 Anggota Keluarga Tewas Dibantai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkatan Laut Meksiko adu tembak dengan gembong obat bius Zetas di kepulauan dekat perbatasan Amerika Serikat. AP/SEMAR

    Angkatan Laut Meksiko adu tembak dengan gembong obat bius Zetas di kepulauan dekat perbatasan Amerika Serikat. AP/SEMAR

    TEMPO.CO, Meksiko - Pembunuhan bengis terjadi di Meksiko tengah. Tujuh anggota keluarga, yang tiga korban di antaranya anak-anak, ditemukan tewas dibantai.

    "Seluruh mayat korban ditemukan di luar kawasan peternakan kota pelabuhan Teluk Veracruz dalam keadaan tenggorokan menganga," ujar seorang petugas keamanan setempat kepada media, Ahad, 12 Agustus 2012.

    Mayat-mayat itu, kata seorang petugas dari kantor kejaksaan negara bagian Veracruz, ditemukan setelah tetangga korban mencium bau tak sedap dari rumah di luar Kota Manlio Fabio Altamirano.

    Menurut petugas negara bagian, mereka kemungkinan dibantai pelaku setidaknya 72 jam sebelum ditemukan. "Tiga korban anak-anak masing masing berusia 9 tahun, 7 tahun, dan 3 tahun," kata petugas yang tak bersedia disebutkan namanya.

    Peristiwa tragis terhadap pembunuhan keluarga merupakan kejadian kedua dalam pekan ini, setelah pada 8 Agustus 2012, sekelompok geng bersenjata membunuh lima orang dalam satu keluarga di kota pantai Acapulco.

    Sejak Calderon berkuasa di Meksiko Desember 2006, telah terjadi kurang-lebih 55 ribu pembunuhan yang dilakukan oleh geng bersenjata. Pembunuhan ini diduga kuat dilatarbelakangi kebijaksanaan Calderon anti-perdagangan obat bius di Meksiko.

    REUTERS | CHOIRUL

    Berita lain:
    Pertama, Lesbian Budha Menikah di Biara Taiwan

    Wanita Ini Tikam Calon Suami di Hari Pernikahan

    George Soros Kawin Lagi untuk Ketiga Kalinya

    5 Alasan Kenapa Mitt Romney Pilih Paul Ryan

    Korban Gempa Iran Bertambah Jadi 250 Meninggal



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.