Seks di Kampung Atlet Olimpiade  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan melintas di dekat sejumlah bendera negara peserta Olimpiade yang terpasang di sekitar pertokoan di Regent Street, London, Inggris, (20/7). London siap menyambut tamu dari berbagai negara peserta Olimpiade yang berlangsung di Stradford London, pada  27 Juli-12 Agustus mendatang.  ANTARA/Zeynita Gibbons

    Kendaraan melintas di dekat sejumlah bendera negara peserta Olimpiade yang terpasang di sekitar pertokoan di Regent Street, London, Inggris, (20/7). London siap menyambut tamu dari berbagai negara peserta Olimpiade yang berlangsung di Stradford London, pada 27 Juli-12 Agustus mendatang. ANTARA/Zeynita Gibbons

    TEMPO.CO, London - Pesta olahraga terbesar di dunia, Olimpiade London 2012, baru saja berakhir. Amerika Serikat berhasil mengukuhkan diri sebagai juara umum.

    Ternyata Olimpiade bukan melulu soal pertandingan, latihan intensif, dan rekor dunia. Di balik itu semua, kehidupan para atlet selama Olimpiade, khususnya di kampung atlet, juga menjadi sorotan penting. Seks bebas antar-para pejuang olahraga di kampung atlet sudah menjadi rahasia umum.

    “Seks menjadi bagian dari semangat Olimpiade. Tentunya Komite Olimpiade Internasional tidak akan mengakui hal ini, tapi inilah kenyataannya. Kalau tidak, mengapa mereka membagi-bagikan sebegitu banyak kondom,” kata atlet mantan peraih medali emas yang telah berpartisipasi di dua ajang Olimpiade ini. Atlet berpengalaman ini menolak disebutkan namanya.

    Kampung atlet sendiri adalah sebuah lingkungan yang terbilang unik. Bangunan apartemen dengan 3.000 kamar, diisi 10 ribu atlet dari seluruh dunia.

    Selama dua pekan, para atlet dengan tubuh yang hampir sempurna, dengan wajah yang menarik, berada di satu tempat, mengalami tekanan serupa, senasib, dan sepenanggungan. Dorongan untuk mencari hiburan dari sesama atlet pasti tinggi. Beberapa atlet dilarang melakukan hubungan intim oleh pelatih mereka karena alasan disiplin. Di kampung atlet, larangan tersebut sepertinya semakin sulit dituruti.

    Saking sudah biasanya praktek seks dilakukan di kampung atlet, para atlet biasanya memasang tanda 'sibuk' layaknya di hotel-hotel agar mereka tidak terganggu saat sedang melakukan hubungan intim. "Teman sekamar saya dan saya biasanya menaruh sesuatu di pintu agar tidak terganggu,” kata sang atlet, yang merupakan pelari.

    Kiper tim sepak bola wanita Amerika Serikat, Hope Solo, juga mengakui praktek seks bebas di kampung atlet Olimpiade. “Banyak sekali hubungan seks terjadi di sana. Para atlet ingin membangun kenangan dengan melakukan hubungan seks atau berpesta,” katanya. Solo bahkan pernah memergoki atlet melakukan hubungan seks di tempat terbuka.

    CNN | ANANDA W. TERESIA

    Berita Populer:
    Ramai-ramai Klinik Tong Fang, Begini Praktiknya
    Polisi Terapkan Contra-Flow di Pantura
    Anak Muda Tak Lagi Gandrungi Produk Apple
    Digugat Cerai, Suami Wanda Hamidah Minta Doa
    PKS Pilih Foke, Jokowi: Apa Saya Kurang Ganteng?
    Dinas Kesehatan ''Sentil'' Iklan Klinik Tong Fang
    Ke Klinik Tong Fang, Berobat karena Penasaran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.