Gempa Iran, 300 Orang Meninggal, 5000 Terluka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah korba gempa dirawat di halaman sebuah rumah sakit di kota Ahar, Iran, (11/8). Gempa di kota Ahar, Haris, dan Varzaqan, propinsi Azerbaijan,  menewaskan lebih dari 200 orang. AP/Fars News Agency, Kamel Rouhi

    Sejumlah korba gempa dirawat di halaman sebuah rumah sakit di kota Ahar, Iran, (11/8). Gempa di kota Ahar, Haris, dan Varzaqan, propinsi Azerbaijan, menewaskan lebih dari 200 orang. AP/Fars News Agency, Kamel Rouhi

    TEMPO.CO, Dubai - Korban gempa yang terjadi di barat laut Iran, pada Sabtu malam, 11 Agustus 2012, terus bertambah. Korban meninggal diperkirakan mencapai 300 orang. Di lain pihak, diperkirakan 5.000 orang terluka.

    Gubernur Ahar, Reza Sadighi, kepada kantor berita Fars, mengatakan hampir 300 orang diyakini tewas. Kepala Penyelamatan Darurat Nasional, Reza Masoumi, kepada Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA), menambahkan sekitar 5.000 orang terluka.

    Media Iran melaporkan korban paling banyak berasal dari desa-desa sekitar Kota Ahar, Varzaghan, dan Harees, dekat Kota Tabriz. Ketiga wilayah itu mengalami kerusakan terparah.

    Pejabat Bulan Sabit Merah, Ahmad Reza Shaji'i, kepada kantor berita ISNA, menyebutkan lebih dari 1.000 desa terkena dampak gempa bumi. Sekitar 130 desa mengalami kerusakan lebih dari 70 persen dan 20 desa hancur total.

    Korban yang mengalami luka-luka masih menyesaki rumah sakit di Tabriz, Ardabil, dan kota-kota lain. Para petugas medis masih terus berjuang menyelamatkan mereka.

    Ribuan orang masih meringkuk di tenda-tenda darurat atau tidur di jalan. Mereka masih khawatir bakal ada gempa susulan. Seorang saksi mengatakan pada Reuters bahwa tenda dan perlengkapan masih terbatas sehingga sebagian dari mereka kedinginan di malam hari.

    "Saya melihat rumah-rumah hancur dan hewan ternak tewas," kata Tahir Sadati, seorang fotografer setempat. "Orang-orang membutuhkan bantua. Mereka butuh pakaian hangat, tenda, selimut, dan roti."

    Anggota parlemen dari Ahar dan Harees, Abbas Falahi, mengatakan para korban sangat membutuhkan makanan dan air minum. "Meskipun pejabat berjanji, tapi sedikit yang telah didistribusikan di wilayah ini dan kebanyakan orang dibiarkan tanpa tenda. Jika situasi terus berlanjut, jumlah korban akan meningkat," katanys kepada Mehr.

    Lembaga Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa pertama berkekuatan 6,4 magnitudo terjadi pada 16.53 waktu setempat. Gempa ini terjadi di 60 kilometer timur laut tabriz dengan kedalaman 9,9 kilometer. 

     Gempa kedua dengan kekuatan 6,3 magnitudo terjadi 11 menit kemudian. USGS melaporkan pusat gempa berada di 48 kilometer timur laut Tabriz dengan kedalaman yang hampir sama.

    REUTERS | RINA WIDIASTUTI

    Berita lain:
    Pertama, Lesbian Menikah di Biara Taiwan 
    5 Alasan Kenapa Mitt Romney Pilih Paul Ryan 
    George Soros Kawin Lagi untuk Ketiga Kalinya
    Laba-laba "Numpang" Hidup di Telinga Pasien  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?