Kamis, 22 Februari 2018

Krisis Pangan Dunia di Depan Mata  

Oleh :

Tempo.co

Sabtu, 11 Agustus 2012 10:10 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Krisis Pangan Dunia di Depan Mata  

    Tanaman jagung gagal panen akibat kekeringan di Amerika Serikat.

    TEMPO.CO , Chicago - Kekeringan yang melanda Amerika Serikat bisa berdampak pada stabilitas pangan dunia. Setelah harga kedelai melambung diikuti jagung yang juga terus naik harganya, kini ketakutan gagal panen gandum membayangi.

    Jagung telah hancur saat kekeringan panjang melanda Midwest, AS.

    Ketakutan akan pengulangan potensi krisis pangan tahun 2008 meningkat, setelah sebuah laporan pemerintah AS menunjukkan bahwa AS gagal panen aneka komoditas akibat kekeringan.

    Harga jagung mencapai rekor tinggi baru hari ini, mencapai lebih dari US$ 8 per bushel (setara 25-an kilogram). Kenaikan harga terakhir kali komoditas ini terjadi empat tahun lalu, dan menyebabkan krisis pangan di negara pengimpornya, antara lain Mesir, India, Indonesia, Meksiko, dan banyak negara lain. Harga jagung telah melonjak lebih dari 60 persen sejak Juni.

    USDA mengatakan bahwa kondisi tanaman pada 5 Agustus adalah yang terburuk sejak 1988. Ada juga kekhawatiran bahwa harga gandum bisa melonjak, karena kondisi cuaca panas di Eropa Timur juga berlangsung lama.

    Survei Reuters menunjukkan bahwa produksi gandum dunia lebih rendah dari tahun sebelumnya. "Akan menjadi masalah ketika Ukraina, Rusia, dan Kazakhstan memaksakan pembatasan ekspor gandum," kata Carsten Fritsch, seorang analis komoditas di Commerzbank.

    Di belahan lain, hujan di bawah rata-rata di India juga menambah kekhawatiran bahwa tanaman biji-bijian global dapat terimbas. "Semua harus bersiap menghadapi kondisi terburuk," kata Fritsch.

    REUTERS | TELEGRAPH | TRIP B

    Berita lainnya
    Kim Jong-un Contek Habis Reformasi Gaya Cina

    Bayi Curian Itu Disembunyikan di Tas Tangan

    Presiden Korsel Ke Pulau Sengketa, Jepang Marah

    Seekor Beruang "Rampok" Toko Permen di Colorado

    Sanksi Baru bagi Suriah dan Hizbullah

    Ribuan Warga Suriah Mengungsi ke Turki


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Vino G Bastian, Sherina Munaf, dan Para Pemeran Wiro Sableng 212

    Bersama Sherina Munaf dan Marsha Timothy, Vino G Bastian menghidupkan kembali tokoh penggenggam Kapak Maut Naga Geni 212 dalam film Wiro Sableng.