Ledakan Bom Hantam Stasiun TV dan Radio Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bus terbakar setelah terjadi pertempuran antara pasukan presiden Bashar Al Assad dengan pemberontak di Aleppo, Suriah, (29/7). REUTERS/Shaam News Network/Handout

    Sebuah bus terbakar setelah terjadi pertempuran antara pasukan presiden Bashar Al Assad dengan pemberontak di Aleppo, Suriah, (29/7). REUTERS/Shaam News Network/Handout

    TEMPO.CO, Beirut - Sebuah bom meledak di lantai tiga gedung televisi dan radio pemerintah Suriah, Ahad, 5 Agustus 2012. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Demikian keterangan televisi pemerintah, Ahad. Dalam siaran televisi tak disebutkan dengan jelas lokasi stasiun yang dibom. Hingga kini televisi pemerintah di Damaskus masih terus melakukan siaran.

    Menurut laporan Al Jazeera mengutip keterangan Menteri Dalam Negeri, Omran al-Zoabi, bom yang meledak di stasiun televisi dan radio di ibu kota Damaskus melukai beberapa orang. Selain mencederai korban, bom juga mengakibatkan kerusakan gedung di lantai tiga. 

    "Ledakan itu diakibatkan oleh bahan peledak," kata Zoabi. "Beberapa kolega kami cedera, tapi tak serius dan tak ada korban jiwa. Kami tahu siapa di balik serangan pengecut, tidak mengindahkan hukum, dan sangat menyedihkan itu."

    Gedung televisi yang berada tersembunyi di Omayyad, salah satu distrik di Kota Damaskus, selalu mendapatkan ketat dari pasukan pemerintah dan dipasangi barikade keamanan. Kekerasan di ibu kota terus berlanjut melibatkan para pemberontak yang menuntut Presiden Bashar al-Assad mundur dengan pasukan pemerintah. Para pemberontak kini mengubah strategi pertempuran dengan cara hit and run untuk melawan pasukan pemerintah yang menguasai distrik-distrik di ibu kota.

    Serangan di Damaskus berlangsung di saat pasukan pemerintah siap memasuki ibu kota perdagangan Aleppo. Sebaliknya pemberontak mengaku mereka telah meraih keuntungan dengan menguasai kota-kota tua di tengah intensitas bombardir serangan udara militer pemerintah.

    Sabtu pekan lalu, Brigade Angkatan Bersenjata Pembebasan Suriah merilis rekaman video berisi penculikan terhadap 48 warga Iran yang mereka klaim sebagai anggota Pengawal Revolusi, pasukan elite Negeri Mullah. Dalam siaran video itu dinyatakan bahwa seluruh warga negara Iran di Suriah akan ditangkap atau dibunuh karena Teheran merupakan pendukung kuat Assad. Iran mengatakan penangkapan itu terjadi ketika para korban sedang melakukan perjalanan ke sebuah tempat penting bagi kaum Syiah di luar Kota Damaskus.

    REUTERS | AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita Terpopuler:
    La Nyalla Minta Bambang Pamungkas cs Bertobat

    Kristen Stewart Terus Menangis dan Tak Mau Mandi

    La Nyalla Bentuk Timnas Tandingan untuk AFF

    Fauzi Salip Jokowi di Rumah Sakit Cipto

    Alasan Jusuf Kalla Dukung Jokowi

    Simsalabim Jenderal SIM

    Rumah Djoko Susilo Dekat Keraton Yogyakarta

    Jenderal SIM di Balik Tembok Tinggi

    Cerita Simulator SIM Majalah Tempo April Lalu

    Pendukung Rhoma di Jawa Timur Datang ke Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.