Tikus Jadi Menu Makan Malam Baru di New York

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO , New York - Tikus yang kini merajalela di New York bukan masalah bagi sekelompok penikmat makanan kota itu. Mereka rela merogoh kocek hingga US$ 100 demi menyantap aneka menu berbahan dasar daging hewan yang berumah dalam saluran limbah kota itu.  "Ini cara makan ramah lingkungan dan bentuk kemandirian dalam menyediakan pangan," kata seniman Laura Ginn, penghajat acara.

    Ia menggelar pesta makan menu tikus di Brooklyn akhir pekan lalu. Tamunya, para penikmat makanan berjumlah 20 orang, saweran untuk menyiapkan menu masakan.

    Bertajuk "Besok Kami Berpesta Lagi dengan Apa yang Kami Tangkap", makan malam digambarkan sebagai pesta pasca-apokaliptik para pemburu dan pengumpul. Ginn menantang pengunjung untuk menyisihkan gagasan konvensional mereka tentang makanan dengan menyajikan makanan dari bahan yang pada saat itu gampang didapat -- tikus kini tengah jadi hama di New York.

    "Apa yang ingin saya capai dengan ini  adalah untuk memberi orang sebuah pengalaman menabrak batas-batas dan memperluas ide mereka tentang alternatif sumber daya dan apa yang tersedia bagi mereka," jelas Ginn.

    Dalam pesta itu, aging tikus dioleh layaknya menu masakan mahal. Misalnya dipadukan dengan keju kambing crostini atau dibuat steak dengan padanan salad jagung manis.

    Seperti dilaporkan The New York Observer dengan setengah bercanda, tidak perlu memanggil petugas kebersihan atau sanitasi dalam mengatasi tikus. Cukup panggil Ginn dan koki Yuri Hart yang sigap menyulap daging binatang menjijikkan itu menjadi santapan ala restoran di hotel berbintang.

    TRIP B

    Terpopuler
    KPK Siap Layani Tantangan Polisi

    Begini Jaringan Pornografi Anak Itu Terendus

    Jaringan Pornografi dan Kanibalisme Anak Terkuak

    La Nyalla Minta Bambang Pamungkas cs Bertobat

    SBY Diminta Tak Minta Maaf pada Korban 1965

    Kristen Stewart Terus Menangis dan Tak Mau Mandi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?