14 Pengungsi Rohingya Diamankan Imigrasi Kupang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga Muslim Rohingya (Myanmar) yang berda di sebuah penampungan di Rudenim, Tanjungpinang, Riau. Foto: Rumbadi Dalle

    Sejumlah warga Muslim Rohingya (Myanmar) yang berda di sebuah penampungan di Rudenim, Tanjungpinang, Riau. Foto: Rumbadi Dalle

    TEMPO.CO, Kupang – Kantor Imigrasi Kupang, Nusa Tenggara Timur, menahan 14 imigran Rohingya, Myanmar. Para imigran itu terdiri dari 10 laki-laki dewasa, dua orang wanita, dan dua balita perempuan yang berumur tiga bulan dan 1,4 tahun.

    "Mereka ditangkap dinihari tadi di Hotel Rahma," kata Kepala Imigrasi Kupang, Silvester Sililaba, kepada Tempo, Jumat, 3 Agustus 2012.

    Menurut Silvester, belasan imigran itu berangkat dari Medan, Sumatera Utara, mengunakan pesawat Lion Air menuju Kupang untuk selanjutnya akan melanjutkan perjalanan ke Australia. Mereka hendak mencari suaka di Negeri Kanguru tersebut. "Tujuan akhir mereka adalah Australia untuk mencari penghidupan yang lebih baik," katanya.

    Mereka diamankan karena tidak memiliki dokumen administrasi, seperti paspor dan visa. Namun para pengungsi memiliki kartu UNHCR. Untuk sementara, pihak imigrasi Kupang menampung para pengungsi itu di kantor imigrasi karena rumah detensi imigrasi sudah kelebihan kapasitas. "Sementara mereka ditampung di sini," katanya.

    Salah satu imigran Rohingya, Muhamad Toyib, 27 tahun, mengatakan mereka berangkat dari Medan menuju Kupang karena dijanjikan agen akan diberangkatkan ke Australia. "Kami di hotel menunggu kapal yang akan mengantar ke Australia," katanya.

    Menurut dia, mereka sudah membayar agen tersebut sebesar Rp 10 juta per orang. Malangnya agen itu kabur sehingga saat ini mereka tidak lagi memiliki uang. "Kami tetap akan melakukan perjalanan ke Australia, walaupun tanpa uang," katanya.

    Mereka menolak kembali ke negaranya karena sedang terjadi gejolak politik di sana. Apalagi, kata dia, tidak ada penghidupan yang layak di Myanmar. "Kalau kami bertahan, kami akan mati juga seperti saudara-saudara kami di sana," katanya.

    YOHANES SEO

    Terpopuler:

    Pulang Setelah 23 Tahun Dinyatakan Meninggal
    Paus Seberat 30 Ton Terdampar di Laut Sydney

    Psikiater Ingatkan Seminggu sebelum Joker Beraksi

    Obama Diledek untuk Belikan Michelle Es Krim

    Human Right Watch: Myanmar Gagal Lindungi Rohingya

    Trio Al-Qaeda Ditahan Polisi Spanyol

    Chen Guangcheng Tuding Cina Ingkar Janji

    Cina Penjarakan 20 Teroris Uighurs

    Gagal Panen, Suriah Butuh Bantuan Makanan

    Masalah Rohingya Akan Dibahas di OKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.