Trio Al-Qaeda Ditahan Polisi Spanyol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Spanyol, Jorge Fernandez Diaz saat menggelar konferensi pers mengenai penangkapan anggota Al-Qaeda, di Madrid (2/8). REUTERS/Susana Vera

    Menteri Dalam Negeri Spanyol, Jorge Fernandez Diaz saat menggelar konferensi pers mengenai penangkapan anggota Al-Qaeda, di Madrid (2/8). REUTERS/Susana Vera

    TEMPO.CO , Madrid - Polisi Spanyol menahan tiga orang yang diduga sebagai anggota Al-Qaeda. "Ketiganya memiliki bahan peledak dan racun," tulis media Spanyol, Rabu, 1 Agustus 2012.

    Aparat keamanan mengatakan, salah seorang di antara ketiganya diduga berkebangsaan Turki sedangkan dua lainnya kemungkin warga Chechnya yang tinggal di dua kota di Spanyol.

    "Mereka merencanakan serangan di Spanyol. Laporan sebelumnya menyebutkan, para terduga ini ditangkap ketika sedang membawa bahan peledak," ujar aparat. Untuk jelasnya, Menteri Dalam negeri Spanyol, Jorge Fernandez, diharapkan sesegera mungkin memberikan keterangan detail mengenai perkara ini.

    Media Spanyol menulis, setidaknya satu di antara mereka pernah mendapatkan pelatihan di kamp latihan di Pakistan. Menurut koran Spanyol, El Paris, pada Juli lalu, Al-Qaeda di Jazirah Arab menyampaikan pesan bahwa mereka sedang mencari "serigala" yang disampaikan dalam bahasa Spanyol.

    Koran ini menambahkan, dua orang di antaranya ditahan oleh polisi khusus di dekat Valdepenas ketika sedang dalam perjalanan menuju Prancis dengan bus. Sedangkan pria Turki dilaporkan ditahan di sebuah flat dekat La Linea de la Concepion, tempat kelompok ini menyimpan bahan peledak.

    Al-Qaeda dikenal sebagai kelompok teroris oleh negara-negara Barat. Organisasi ini dipimpin oleh Osama bin Laden yang tewas diberondong peluru pasukan elit Angkatan Laut SEAL Amerika Serikat di Abbottabad, Pakistan, Mei 2011. Amerika Serikat menuduh serangan di Gedung Menara Kembar, New York, 11 September 2001, didalangi oleh Al-Qaeda.

    BBC | CHOIRUL
    Berita Terpopuler:
    Polisi Langgar Wewenang KPK

    BWF Diskualifikasi Delapan Atlet Badminton

    "Bayi Besar" Bermunculan di Amerika

    Satu Jenderal Polisi Lagi Jadi Tersangka

    Gubernur Tersangka, Agenda Akpol Berantakan

    Panwaslu Miliki Video Rhoma Irama Ceramah SARA

    Djoko Susilo Ancam Perkarakan KPK

    Didiskualifikasi, Atlet Bulu Tangkis Ini Pensiun

    Ahok Yakin Foke Tidak Embuskan Isu SARA

    Polisi Diminta Mundur dari Kasus Simulator SIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?