Ancaman Bom Hentikan Operasi Bandara Texas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO , Texas - Bandara internasional di San Antonio, Texas, segera mengevakuasi penumpang setelah menerima ancaman bom. Seluruh penerbangan dari dan ke bandara ini ditunda setelah ancaman itu.

    Menurut juru bicara bandara, Rich Johnson pada CNN, ancaman bom ini mempengaruhi sekitar 10 sampai 15 penerbangan dan 1.000 penumpang.

    Kantor berita Reuters menyatakan, ancaman disampaikan melalui telepon dan sejauh ini disebut sebagai "ancaman yang sangat spesifik". Evakuasi bandara dimulai pukul 14.35 waktu setempat dan para pejabat meminta warga untuk menjauh dari daerah tersebut.

    Seorang pejabat bandara tidak bisa mengkonfirmasi laporan berita lokal bahwa tiga paket mencurigakan sedang diperiksa. Namun, sumber berita lokal melaporkan bahwa anjing pelacak untuk mendeteksi bom terlihat curiga atas tiga mobil yang diparkir di kawasan bandara, menunjukkan mungkin ada bahan peledak di dalamnya.

    Juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran, Deborah Foster, mengatakan ia belum mengetahui apakah tim darurat yang dikirim ke bandara menemukan paket-paket mencurigakan itu, Associated Press melaporkan.

    Akun Twitter bandara hanya menulis sudah mengosongkan bangunan terminal. Namun, tak ada tweet lebih lanjut setelah itu.

    San Antonio International Airport menangani sekitar 260 penerbangan, mengangkut antara 14.000 dan 15.000 penumpang setiap hari. "Ada penerbangan  yang dialihkan dan sebagian pesawat yang masuk sedang diarahkan jauh dari bangunan bandara," katanya.

    CNN | REUTERS | TRIP B

    Berita Lainnya
    Bayi Besar" Bermunculan di Amerika

    Jet Tempur Suriah Bombardir Aleppo

    Kawanan Burung "Serang" Pesawat United Airlines

    Tertangkap CCTV: Anjing Curian Dimasukkan Celana

    325 Orang Tewas di Irak Sepanjang Juli

    Banjir Korea Utara, 120 Orang Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.