AS Mati-matian Atasi Dampak Kekeringan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanaman jagung gagal panen akibat kekeringan di Amerika Serikat.

    Tanaman jagung gagal panen akibat kekeringan di Amerika Serikat.

    TEMPO.CO , Washington - Cuaca panas di Amerika Serikat menyebabkan kekeringan meluas di berbagai negara bagian. Lebih dari setengah wilayah AS sekarang dalam beberapa tahap menuju kekeringan terburuk.

    Negara ini dikabarkan mati-matian mengatasi dampak kekeringan itu. "Kerugian akibat kekeringan tahun ini akan melampaui angka US$ 12 miliar," kata ahli meteorologi Steve Bowen dari Aon Benfield, sebuah perusahaan reasuransi global.

    Dampak terparah, kekeringan menyebabkan lahan pertanian mengering dan ancaman gagal panen. Departemen Pertanian mengatakan Rabu, bahwa harga pangan tahun depan bisa naik 3 sampai 4 persen dan harga daging sapi diperkirakan akan melonjak ke tingkat tertinggi yang belum pernah terjadi selama ini, yaitu antara  4% -5%.

    Menurut situs otoritas federal, sekitar 64 persen wilayah AS kini berjalan menuju kondisi kekeringan.

    "Saat ini, sulit untuk mengatakan apakah kita akhirnya mencapai tingkat kerugian akibat kerugian tahun 1988 sebesar U$ 40 miliar dan 1980 sebesar US$ 20 miliar, mengingat bahwa industri pertanian belum sepenuhnya menilai sejauh mana total kerugian mereka," kata Bowen.

    Jika disesuaikan dengan inflasi 2012, Bowen mengatakan, kerugian tersebut akan mencapai US$ 78 miliar dan US$ 56 miliar jika mendasarkan pada data National Climatic Data Center. "Jika intensitas kekeringan tahun ini berkepanjangan sepanjang sisa musim panas, mungkin dampaknya bakal lebih buruk dari tahun 1980," katanya.

    Joseph Glauber, kepala ekonom untuk USDA, mengatakan departemennya belum memiliki gambaran yang jelas tentang berapa banyak kerusakan tanaman  sampai Agustus. Namun ia menyatakan klaim asuransi untuk petani akibat gagal panen akan sangat tinggi. "Angkanya bakal mencapai di atas angka US 10,8 miliar," katanya.

    Paul Walker, ahli meteorologi senior untuk AccuWeather, mengatakan yang paling terpukul adalah petani jagung. "Hujan tidak akan membantu karena terlalu terlambat untuk musim tanam tahun ini," katanya.

    Sedang Richard Volpe, ekonom USDA menyatakan dampak kekeringan terhadap pasokan pangan baru bisa dilihat dampaknya tahun depan. "Pada 2013, sebagai akibat dari kekeringan ini, kita melihat dengan pasti pada inflasi harga dan itu artinya konsumen yang pasti akan merasakannya," ujarnya.

    Saat ini saja, kenaikan harga pangan di AS mulai naik dari 2,5 persen menjadi 3,5 persen. "Tahun depan dipastikan akan meningkat lagi," kata Volpe.

    USA TODAY | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?