The Joker Diduga Tak Beraksi Sendiri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak menyalahkan lilin sebagai tanda berduka di belakang  bisokop, tempat terjadinya penembakan oleh James Holmes saat pemutaran perdana film Batman: The Dark Night Rises di Aurora, Colorado (21/7).  REUTERS/ Jeremy Papasso

    Seorang anak menyalahkan lilin sebagai tanda berduka di belakang bisokop, tempat terjadinya penembakan oleh James Holmes saat pemutaran perdana film Batman: The Dark Night Rises di Aurora, Colorado (21/7). REUTERS/ Jeremy Papasso

    TEMPO.CO, Colorado- Kepolisian Colorado menyatakan James Holmes alias The Joker beraksi sendiri dalam penembakan membabi buta di bioskop Century 16, Aurora, Denver, Colorado, Amerika Serikat, Jumat, 20 Juli 2012. Namun banyak kalangan yang menduga Holmes tak sendirian. Asumsi itu muncul karena The Joker muncul dalam bioskop dengan membawa tiga senjata dalam waktu bersamaan.

    "Sebagian orang berpendapat ada yang membantu Holmes di bioskop itu," tulis situs berita LA Times, Ahad, 22 Juli 2012.

    Dalam kejahatan itu, Holmes memberondong penonton tayangan perdana Batman: The Dark Knight Rises dengan pistol Glock kaliber 40, biasanya berisi 15 peluru; senapan Smith & Wesson AR-15 berkaliber 0,223; dan laras panjang Remington. "Di mobil Holmes, polisi menemukan Glock kedua."

    Dari tiga senjata itu, polisi belum mengetahui secara pasti jumlah peluru yang 'dimuntahkan' senjata Holmes. Namun mereka menduga jumlahnya mencapai ratusan butir. Sebab AR-15 bisa meluncurkan 60 peluru dalam satu menit. "Dugaan awal, tembakan pertama Holmes menggunakan senapan Remington, kemudian baru memakai AR-15," kata seorang polisi Colorado.

    Kata seorang saksi mata, Holmes terus menembaki penonton selama dua sampai lima menit. Sepanjang itu, 'sang Joker' terus melepaskan tembakan ke atas, memaksa penonton tiarap sehingga mereka tak bisa meninggalkan teater. Tak cuma itu, holmes juga melemparkan gas air mata.

    "Kami tak bisa bernapas karena gas air mata membuat wajah mati rasa," kata saksi mata, Tayler Trujillo, 18 tahun. Dalam penembakan itu, Tayler melanjutkan, sempat ada jeda tembakan Holmes berhenti. Namun, ketika penonton mencoba berdiri, melarikan diri, tembakan Holmes kembali memberondong. "Pikir saya, kami akan mati, entah tertembak atau lemas kehabisan napas," ujarnya.

    Holmes merupakan mahasiswa ilmu saraf Universitas Colorado. Lelaki 24 tahun ini diduga mengalami gangguan jiwa karena menganggap dirinya sebagai Joker, musuh bebuyutan Batman. Karena kejahatannya, polisi mengurung Holmes di penjara kota setempat. 

    LA TIMES | WASHINGTON POST | CORNILA DESYANA

    Berita terkait :
    The Joker Colorado Ludahi Sipir Penjara
    WNI Korban Teror Batman Sudah Keluar dari RS
    Korban Penembakan Batman Lamar Kekasih Di RS
    ''Penembak Batman'' Diduga Sudah Rencanakan Aksinya
    Korban Penembakan Asal Indonesia Maafkan The Joker


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.