Teror Batman Mengulang Insiden 13 Tahun Lalu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepasang remaja berduka akbat terjadinya penembakan oleh seorang mahasiswaterhadap puluhan penonton film Batman: The Dark Night Rises di Colorado, Amerika Serikat (21/7). 12 orang tewas dan 70 penonton lainnya terluka, termasuk tiga warga negara Indonesia . AP/The Denver Post, Hyoung Chang

    Sepasang remaja berduka akbat terjadinya penembakan oleh seorang mahasiswaterhadap puluhan penonton film Batman: The Dark Night Rises di Colorado, Amerika Serikat (21/7). 12 orang tewas dan 70 penonton lainnya terluka, termasuk tiga warga negara Indonesia . AP/The Denver Post, Hyoung Chang

    TEMPO.CO, Colorado - Penembakan massal  pada pemutaran film Batman "The Dark Knight Rises" di bioskop Aurora, Jumat dinihari, 20 Juli 2012, mengulangi  tragedi penembakan membabi buta di Sekolah Menengah Columbine,  hanya 15 kilometer dari bioskop itu, pada 20 April 1999. 

    Bedanya, kali ini korban tewas mencapai  12 orang dengan 71 orang luka-luka. Sementara pembantaian massal di Sekolah Menengah Columbine, 13 tahun lalu, dilakukan oleh dua siswa di sekolah itu, Eric Harris, 18 tahun, dan Dylan Klebold, 17 tahun. Keduanya melepaskan tembakan ke sekolah yang berada di pinggiran Kota Denver itu. Kejadian itu menewaskan 12 teman sekelasnya, seorang guru, serta melukai 26 siswa lainnya. Setelah melakukan pembantaian, keduanya kemudian bunuh diri di perpustakaan sekolah.

    Jika Eric dan Dylan khusus menembak teman-teman sekolahnya, kali ini Holmes tampaknya tak memiliki target tertentu ketika melakukan aksinya. Menurut saksi mata, Holmes melakukan penembakan secara brutal ke segala arah.

    Holmes saat ini sudah ditangkap polisi dan meringkuk di penjara Arapahoe. Dia ditangkap di halaman parkir bioskop tanpa perlawanan. Rencananya, dia akan menjalani sidang di pengadilan di Centennial, Senin waktu setempat, 23 Juli 2012, pukul 09.30.

    DAILYMAIL | RINA WIDIASTUTI

    Berita Terpopuler:
    PSK Ini Ladeni 12 Orang Sehari

    Jokowi dalam Terawangan Ahli Metafisika

    Film ''Mursala'' Dilarang Tayang. 

    Pemutaran Film Batman Telan Nyawa 14 Penonton

    Nuri Maulida Nikah Siri dengan Ustadz Guntur Bumi?

    Berapa Kerugian Hambalang? Ini Taksiran KPK

    Gigi Berantakan Tengah Jadi Tren di Jepang

    Pernyataan Kongkalikong SBY Ditanggapi Sinis

    Ditemukan Kerangka Wanita Lukisan Mona Lisa

    PSSI Senang Pemain Indonesia Main di Luar Negeri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.