Detik-detik Menegangkan Penembakan Colorado

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak menyalahkan lilin sebagai tanda berduka di belakang  bisokop, tempat terjadinya penembakan oleh James Holmes saat pemutaran perdana film Batman: The Dark Night Rises di Aurora, Colorado (21/7).  REUTERS/ Jeremy Papasso

    Seorang anak menyalahkan lilin sebagai tanda berduka di belakang bisokop, tempat terjadinya penembakan oleh James Holmes saat pemutaran perdana film Batman: The Dark Night Rises di Aurora, Colorado (21/7). REUTERS/ Jeremy Papasso

    TEMPO.CO, Aurora - Penembakan terjadi kala pemutaran perdana film Batman: The Dark Knight Rises di Teater Film Century Aurora 16, Denver, Colorado, Amerika Serikat, Jumat, 20 Juli 2012. Akibatnya, 12 orang tewas dan 58 orang terluka.

    Polisi mengidentifikasi James Holmes sebagai tersangka penembakan itu. Berikut ini kronologi kejadian seperti disusun CNN.

    James Holmes membeli tiket dan berjalan menuju bioskop. Ia menyelinap ke pintu keluar dan membiarkan pintu itu terbuka. Lalu ia mempersiapkan senjata serta peralatan dan berjalan ke belakang Theater 9 lewat pintu keluar.

    Pukul 00.37
    Saksi mata mengatakan film sudah berjalan sekitar 20 menit di Theater 9 ketika pintu keluar di sebelah kanan layar terbuka. Lalu ada seseorang masuk. Orang itu menggunakan pakaian serbahitam, rompi antipeluru, dan topeng anti-asap. Orang ini melemparkan sesuatu yang mendesis dan akhirnya menyebarkan asap. Saksi mata mengatakan tersangka menembak ke arah dinding lalu mulai menembaki penonton.

    Akibatnya, penonton panik. Mereka mulai berebut keluar dan ada pula yang bersembunyi di bawah bangku. Berbagai cara mereka lakukan untuk menyelamatkan diri.

    00.39
    Kepolisian Aurora mengatakan belasan sampai ratusan telepon masuk ke nomor panggilan darurat polisi, 911. Petugas yang menerima panggilan itu mengatakan kepada seluruh anggota polisi, “Mereka melaporkan ada seseorang yang menembak di auditorium.”

    Beberapa detik kemudian, petugas itu berkata, “Ada setidaknya satu orang tertembak. Tetapi mereka mengatakan ratusan orang panik berlarian.”

    Di dalam bioskop, saksi mata melihat pelaku dengan tenang menembaki penonton. Beberapa peluru menembus ke teater sebelah. Ketika melarikan diri, saksi mata melihat korban berjatuhan di lantai. Ada pula korban luka yang ikut menyelamatkan diri.

    00.40
    Polisi tiba di lokasi dan meminta bantuan. “Saya lihat banyak orang yang tertembak berlari ke luar bioskop,” ujar seorang polisi saat meminta bantuan. 

    “Ada satu korban  yang tertembak di wajah,” ujar polisi lainnya.

    Mendengar laporan itu, penerima langsung meminta kepada seluruh polisi yang sedang bertugas agar langsung menuju ke bioskop.

    00.42
    Polisi mengepung bioskop dan memfokuskan pada Theater 9. Saksi mata mengatakan pelaku masih terus menembak di dalam bioskop. Polisi mencium bau semprotan gas air mata. Seorang polisi berkata, “Bawakan kami topeng gas air mata ke Theater 9. Kami harus masuk.”
    Di dalam, polisi mengatakan pelaku menembaki penonton dengan senapan, pistol, dan pistol kaliber 40. Menurut polisi, pelaku memuntahkan peluru ke sekeliling ruangan dengan sangat cepat.

    00.44
    Korban terus berjatuhan di Theater 9 ketika polisi mencoba mengosongkan teater-teater di sebelahnya.

    00.46
    Di belakang Theater 9, polisi menemukan seorang pria yang ciri-cirinya sesuai dengan tersangka. Polisi lalu menangkapnya. Polisi pun melapor, “Kami menyita senapan, topeng gas air mata. Dia sudah ditangkap. Saya melihat pintu terbuka menuju teater.” Polisi yang memimpin operasi lalu memerintahkan, “OK, tahan posisi kalian. Tahan tersangka.”

    Menurut polisi, selain membawa rompi antipeluru dan topeng gas air mata, tersangka membawa pelindung leher dan paha serta sarung tangan hitam yang biasa digunakan polisi.

    Polisi di Theater 9 mengevakuasi korban. “Saya menemukan tujuh orang terluka di Theater 9,” ujar seorang polisi lewat radio. “Kami butuh tim penyelamat di dalam auditorium karena korban yang jatuh banyak.”

    Polisi lain berkata, “Saya menemukan satu anak kecil jadi korban. Saya butuh petugas penyelamat di pintu belakang Theater 9 sekarang juga.”

    Polisi dan saksi mata menggambarkan luka yang dialami korban beragam, dari luka di tangan, kaki, leher, dan punggung.

    00.51
    Polisi menegaskan ‘tersangka hanya satu orang’.

    00.55
    Polisi menyisir sekeliling mal untuk mencari korban dan saksi. Dengan keterbatasan jumlah ambulans untuk membawa korban, polisi ikut membawa korban dengan mobil mereka.

    CNN | TSE

    Berita lain:
    WNI Korban Film Batman Bekerja di Amerika  

    James Holmes, Kandidat Ph.D Pelaku Teror Batman

    Teror Batman: Beli Peluru Bak Beli Kacang Goreng


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.