Diancam Taliban, Pakistan Hentikan Imunisasi Polio  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu menggendong anaknya saat pemberian imunisasi Campak dan Polio secara gratis di Gedung Wanita BKOW terhadap warga di kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (18/10). Kampanye Imunisasi Tambahan Campak dan Polio tahap ketiga akan digelar di 17 provinsi di Indonesia mulai dari 18 Oktober hingga 18 November di pos pelayanan imunisasi yang tersebar di posyandu dan puskesmas. TEMPO/Eko Siswon o Toyudho

    Seorang ibu menggendong anaknya saat pemberian imunisasi Campak dan Polio secara gratis di Gedung Wanita BKOW terhadap warga di kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (18/10). Kampanye Imunisasi Tambahan Campak dan Polio tahap ketiga akan digelar di 17 provinsi di Indonesia mulai dari 18 Oktober hingga 18 November di pos pelayanan imunisasi yang tersebar di posyandu dan puskesmas. TEMPO/Eko Siswon o Toyudho

    TEMPO.CO, Islamabad - Pemerintah Pakistan terpaksa mengentikan program imunisasi polio di kawasan yang dikuasai Taliban. Pasalnya, kelompok Taliban di daerah Waziristan Utara dan Waziristan Selatan melarang program tersebut sebagai protes atas serangan pesawat tempur Amerika Serikat ke Pakistan.

    “Larangan ini berlaku hingga serangan Amerika dihentikan,” kata Hafiz Gul Bahadur, pemimpin Taliban di Waziristan Utara, Rabu, 17 Juli 2012. Langkah ini, menurut Mazhar Nisar, pejabat di Kantor Sekretariat Perdana Menteri Pakistan, akan mempengaruhi kesehatan lebih dari 350 ribu anak di kawasan tersebut.

    Padahal, Pakistan merupakan satu dari tiga negara di dunia yang masih mengalami endemi polio. Tahun lalu, kasus polio di Pakistan mencapai rekor baru, yakni 200 anak lumpuh akibat kegagalan program imunisasi. Namun sekitar 34 juta anak balita di Pakistan akan mengikuti program ini.

    Badan Dunia untuk Kesehatan (WHO) prihatin atas pelarangan tersebut. “Jika larangan ini berlangsung lama, dampaknya sangat serius. Ini merupakan pertama kalinya sebuah pelarangan program imunisasi di dunia diumumkan,” ujar Elias Durry, Koordinator Senior untuk Program Penghapusan Polio WHO, kepada BBC.

    DAILY STAR | SITA PLANASARI AQUADINI

    Berita terpopuler lainnya:
    Diserang isu SARA, Pengusung Jokowi-Ahok Senang
    Mahasiswi UI yang Hilang Ternyata Tidur di Warnet
    Djoko Candra Jadi Warga Negara Papua Nugini
    Begini Cara Neneng Kenakan Baju Tahanan KPK

    Alasan Taksi Ferrari Ada di Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.