Jerman Genjot Pemanfaatan Energi Terbarukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangkit listrik tenaga angin di Pegunungan Roky.

    Pembangkit listrik tenaga angin di Pegunungan Roky.

    TEMPO.CO , Berlin - Pemerintah Jerman terus menggenjot pemanfaatan energi terbarukan untuk menggantikan energi yang berasal dari fosil dan nuklir. "Pada 2011, konsumsi listrik dari energi terbarukan 12,2 persen," kata Laure Kaelble, Expert for Federal Ministry for the Environment, Nature Conservation, and Nuclear Safety of Germany. 

    Laure mengatakan pemerintah Jerman terus menyusun strategi untuk memanfaatkan secara maksimal energi terbarukan yang ada di negara tersebut. Tahun lalu, pemanfaatan energi terbarukan di Jerman telah mencapai 20 persen, yang berasal dari pemanfaatan tenaga surya, angin, air, biomassa, dan geotermal.

    Pemerintah Jerman menargetkan pemanfaatan energi terbarukan naik menjadi 50 persen pada 2030. "Dan bisa mencapai sekitar 80 persen atau lebih pada 2050," kata dia.

    Salah satu proyek yang sedang digalakkan pemerintah Jerman, selain memanfaatkan tenaga surya, adalah memperbanyak pembangkit listrik tenaga angin. Sekitar 23 ribu pembangkit listrik tenaga angin telah dipasang di beberapa kota di Jerman.

    "Saat ini kami juga terus mengembangkan untuk memasang pembangkit listrik tenaga angin di lepas pantai," ujarnya.

    Seperti diketahui, pemerintah Jerman memastikan menutup semua pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pada 2022. Mereka menutup delapan PLTN pasca-bencana Fukushima. Sembilan PLTN yang masih beroperasi saat ini akan ditutup secara bertahap. 

    Tahun lalu, listrik dari energi nuklir di Jerman masih menyumbang sekitar 18 persen dari total suplai listrik secara keseluruhan. Penghentian delapan pembangkit nuklir berdampak besar terhadap penurunan pasokan listrik hingga mencapai 9,5 persen tahun ini.

    Sebaliknya, konsumsi listrik dari energi terbarukan terus meningkat mencapai 12,2 persen pada 2011. Jerman menargetkan negaranya akan memanfaatkan energi terbarukan mencapai 80-100 persen pada 2050 nanti. 

    MUNAWWAROH

    Berita Terkait:

    Hidup dengan Radiasi, Setahun Tsunami Jepang

    Mayoritas Rakyat Jepang Tolak PLTN
    PLTN Tutup Lagi, Jepang Terancam Krisis Listrik
    Spa Bergaya Hawaii di Fukushima Dibuka Lagi

    Buah Si Malakama Fukushima
    PLTN Tetap Prioritaskan Energi Nasional
    Kalimantan Timur Buka Peluang Investasi PLTN
    SBY Emoh Buru-buru Bangun PLTN di Indonesia 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.