AS Akan Kurangi Senjata Nuklirnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Barack Obama bertemu dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, (24/09) WIB. AS dan Rusia sepakat mengurangi persediaan senjata nuklir dan strategis mereka. Foto: AP Photo/Charles Dharapak

    Presiden AS Barack Obama bertemu dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, (24/09) WIB. AS dan Rusia sepakat mengurangi persediaan senjata nuklir dan strategis mereka. Foto: AP Photo/Charles Dharapak

    TEMPO.CO , Washington - Amerika Serikat memutuskan mengurangi jumlah senjata nuklirnya menjadi 1.000 hingga 1.100 hulu ledak. Banyak kalangan menyebut langkah ini sebagai \"mencerminkan pemikiran baru tentang peran senjata nuklir dalam zaman teror\".

    Namun, menurut USA Today, pengurangan sejajar dengan visi Presiden Barack Obama untuk memangkas jumlah senjata nuklir bangsa tanpa merugikan keamanan nasional dalam jangka pendek. Jangka panjangnya adalah memusnahkan seluruh senjata nuklir.

    Gedung Putih belum mengumumkan rencana apa pun untuk mengurangi jumlah senjata nuklir di luar komitmen yang dibuat dalam Perjanjian Start yang baru selesai dengan Rusia. Dalam perjanjian itu, kedua negara wajib mengurangi jumlah hulu ledak nuklir tidak lebih dari 1.550 pada tahun 2018. Pada 1 Maret Rusia telah mengurangi 1.492 unit dan AS 1.737 unit.

    Obama telah mempertimbangkan berbagai pilihan untuk pemotongan tambahan, termasuk berbagai senjata jenis low-end yang akan mengurangi antara 300 dan 400 hulu ledak. Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan tampaknya ada sebuah bangunan konsensus pengurangan yang lebih sederhana untuk 1.000 hingga 1.100 hulu ledak strategis.

    Para pejabat mengatakan keputusan mungkin akan diumumkan bulan ini. Namun, mengingat kritik Partai Republik, Gedung Putih mungkin akan menahan keputusan ini sampai setelah November.

    USA TODAY | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.