Mugabe di Singapura Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO , HARARE- Presiden Zimbabue, Robert Mugabe kemarin terbang ke Singapura untuk melakukan pemeriksaan medis rutin. Salah seorang pemimpin terlama berkuasa di benua Afrika itu dikabarkan menderita kanker prostat. Kabar yang tak diakui oleh Mugabe maupun penasehatnya.
    “Presiden sedang melakukan kunjungan pribadi untuk pemeriksaan kesehatan rutin, bukan karena dia sakit atau semacam itu, namun satu konsistensi dia yang sangat dia yakini adalah melakukan pemeriksaan kesehatan regular agar tetap sehat,” kata seorang pejabat senior kepada Reuters seraya menolak disebut identitasnya.
    Seorang pejabat lainnya mengatakan Mugabe yang menghadiri pertemuan Komite Pusat Partai ZANU-PF pada Jumat depan, diperkirakan pulang ke negaranya pekan depan. Namun, pejabat itu menolak merinci penjelasannya itu lebih lanjut.
    Sebelum berangkat ke Singapura, pemimpin satu-satunya yang masih berkuasa sejak negara itu merdeka dari Inggris tahun 1980, mengadakan pertemuan rutin mingguan pada Senin, 2 Juli 2012.
    Berita beberapa media lokal menyebutkan tahun lalu Mugabe mengunjungi Singapura sebanyak delapan kali untuk melakukan pemeriksaan medis.
    WikiLeaks pada Juni tahun 2008 lalu merilis informasi bahwa Mugabe menderita kanker prostat. Dokter yang merawatnya mendesak dia mundur dari kekuasaannya pada tahun 2008. Pada April lalu, penasehatnya kesal seraya membantah laporan oleh satu media internasional bahwa dia dalam perawatan intesif di satu rumah sakit di Singapura dan bertarung untuk bertahan hidup.
    Namun Mugabe kerap kali tersenyum menanggapi saran agar dirinya mundur dari jabatannya karena penyakitnya yang parah. Mugabe berkukuh dirinya cukup kuat untuk bertarung dalam pemilihan presiden tahun depan.

    ASIA ONE I MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.