Empat Relawan Asing di Kenya Diculik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. windowstorussia.com

    Ilustrasi. windowstorussia.com

    TEMPO.CO , Dadaab - Empat pekerja bantuan asing dan satu warga Kenya  diculik dari sebuah kamp pengungsi di dekat perbatasan dengan Somalia, kata polisi. Menurut kantor berita Associated Press, konvoi pekerja bantuan dari Dewan Pengungsi Norwegia disergap oleh pria bersenjata di kamp Dadaab.

    Sumber-sumber kepolisian mengatakan seorang sopir tewas dalam serangan itu.

    Beberapa pekerja bantuan telah diculik dari Dadaab di tahun lalu. Banyak dari mereka mengundurkan diri karena ancaman keamanan.

    Serangan itu terjadi dekat dengan markas Dewan Pengungsi Norwegia di Dadaab, kamp pengungsi terbesar di dunia.

    Dewan Pengungsi Norwegia di Oslo mengatakan mereka mencoba untuk mendapatkan informasi tentang serangan itu. Namun hingga kini mereka belum mendapat konfirmasi.

    Somalia tidak memiliki pemerintah pusat yang efektif sejak tahun 1991, dan telah dilanda pertempuran. Kelompok garis keras Al Shabaab menguasai wilayah ini.

    "Sejauh ini kami belum mengkonfirmasi kebangsaan dari empat pekerja asing yang diculik," Philip Ndolo, dari kepolisian Kenya, mengatakan kepada kantor berita Reuters. Ia menduga kelompok itu ada di balik penculikan.

    Oktober lalu, pasukan Kenya memasuki Somalia untuk mengejar militan al-Shabab. Sejak itu, penculikan marak terjadi. Awal bulan lalu dua dokter Spanyol yang bekerja untuk lembaga amal Medecins Sans Frontieres juga diculik dan masih disandera hingga kini.

    AP | TRIP B

    Berita Lainnya
    Demi Belanja Gratis, 100-an Wanita Rela Copot Baju

    Bekas Suami Gugat Istri karena 1.200 Pasang Sepatu

    Ini Sebab Anonymous Serang Situs Pemerintah Jepang

    Cina Tarik Susu Kemasan Tercemar Cairan Pembersih

    Istri Presiden Mesir: Jangan Panggil Ibu Negara



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.