Big Ben Berganti Elizabeth Tower

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kembang api dinyalakan tepat pada pukul 00.00 di Menara St. Stephen's, Gedung Parlemen Inggris, atau yang sering disebut Big Ben. AP Photo/Alastair Grant

    Kembang api dinyalakan tepat pada pukul 00.00 di Menara St. Stephen's, Gedung Parlemen Inggris, atau yang sering disebut Big Ben. AP Photo/Alastair Grant

    TEMPO.CO, London - Menara jam terkenal Inggris, Big Ben, yang terletak bersebelahan dengan Gedung Parlemen akan diganti namanya menjadi "Elizabeth Tower", menandai 60 tahun Ratu Elizabeth naik takhta, kata seorang pejabat parlemen, Selasa, 26 Juni 2012.

    Pengumuman tersebut menyusul perayaan selama empat hari di awal bulan ini, menandai Peringatan 60 Tahun Ratu, 86 tahun, yang untuk kedua kalinya dirayakan Kerajaan Inggris, tulis Reuters.

    "Komisi parlemen menyambut baik usulan penamaan ulang menara jam Elizabeth Tower sebagai pengakuan terhadap Peringatan 60 Tahun Yang Mulia Ratu dan akan mengatur keputusan ini agar dilaksanakan semestinya pada waktunya," kata juru bicara parlemen.

    Hiasan menara neo-Gothic setinggi 96 meter berciri empat permukaan jam sepuhan dirampungkan pada 1859. Menara tersebut mengambil nama Big Ben yang berasal dari bel raksasa di dalamnya, yang membunyikan genta terkenal yang terdengar di seluruh distrik pemerintahan Whitehall London.

    "Saya pikir itu merupakan penghormatan yang pantas bagi Ratu dan bagi pengabdiannya untuk negara kami dalam tahun jubilee ini," kata juru bicara Perdana Menteri David Cameron, mengutip perkataannya.

    WDA | REUTERS | ANT

    Berita populer lainnya
    Istri Biarkan Suami Perkosa Pembantu
    Begini Olga Setelah Ditegur Soal Assalamualaikum
    Mega: Kalau Mau Berantem, Kita Berantem
    Anas Mungkin Tak Akan Datang ke KPK
    Bocah Usia 11 Tahun Dilacurkan di AS
    Besok KPK Periksa Anas untuk Kasus Hambalang
    Polemik Celetukan Olga,Pesbukers Tetap Tayang Live


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.