Suriah Bantah Tembak Jet Turki

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap mengepul di sudut kota Homs, Suriah. AP/SANA

    Asap mengepul di sudut kota Homs, Suriah. AP/SANA

    TEMPO.CO, Damaskus - Suriah membantah personelnya menembak jatuh jet Turki di perbatasan kedua negara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah, Jihad Makdissi, mengatakan pesawat itu ditembak jatuh Jumat di wilayah udara Suriah, bukan di atas perairan internasional seperti klaim Turki.

    "Apa yang terjadi adalah pelanggaran terhadap wilayah udara Suriah. Ini berarti kedaulatan Suriah dilanggar. Terlepas dari apakah itu adalah misi pelatihan atau misi pengintaian, tetapi itu adalah sebuah pelanggaran," kata Makdissi.

    Dia bersikeras bahwa Suriah tak bersalah. Ia justru balik menuding Turki mencoba untuk menjelekkan negaranya. "Ada kampanye untuk menyalahkan Suriah. Setiap kali mereka gagal, mereka menggunakan tindakan jahat lainnya," katanya.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan kepada CNN bahwa Suriah menembaki pesawat Turki lainnya yang merupakan bagian dari misi pencarian dan penyelamatan yang dikirim setelah jet itu ditembak jatuh. "Pesawat yang memasuki wilayah udara Suriah untuk mencari jet itu tidak menembak balik," kata Selcuk Unal.

    "Tidak ada korban dalam insiden ini dan  pesawat segera kembali ke wilayah udara Turki. Kemudian melalui saluran diplomatik militer kami memberitahu mereka apa yang terjadi," ujarnya.

    Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan pada hari Minggu bahwa penembakan itu merupakan tindakan bermusuhan dari Turki. "Turki menyampaikan pesan dalam sebuah catatan diplomatik ke konsulat Suriah di Istanbul," kata Unal.

    Turki juga mengajukan surat tentang kejadian tersebut kepada Dewan Keamanan PBB. Pesawat yang jatuh disebut-sebut dari jenis pesawat pengintai RF-4. Pesawat ini tengah terbang sendiri, tanpa senjata, di wilayah udara internasional ketika ditembak jatuh.

    Pemimpin barat mengutuk jatuhnya jet itu. Mereka menyiapkan pertemuan NATO pada Selasa khusus membahas masalah ini. Menlu AS Hillary Clinton pada hari Minggu mengatakan ia telah berbicara dengan Menlu Turki Ahmet Davutoglu tentang kejadian Jumat.

    CNN | TRIP B

    Berita lain:
    Gedung Pencakar Langit Ini Terbagus di Dunia

    Bocah Usia 11 Tahun Dilacurkan di AS

    Kisah di Balik Izin Atlet Olimpiade Wanita Saudi

    Cegah Depresi, Cina Tawarkan Sup Plasenta

    Bendera Jadi Target Latihan Perang, Korut Marah



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.