Bocah Usia 11 Tahun Dilacurkan di AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Washington - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) berhasil menggulung jaringan prostitusi yang memangsa anak-anak. Selama tiga hari, agen FBI dengan para pejabat polisi negara bagian dan lokal berhasil menyelamatkan 79 anak di bawah umur dan menangkap 104 mucikari.

    Pejabat FBI, Kevin Perkins, menyatakan, dalam operasi bersandi Operation Cross Country, terungkap bahwa prostitusi anak telah berkembang dari kejahatan lokal menjadi masalah nasional. Mereka didominasi oleh kelompok kejahatan terorganisasi "dengan strategi bisnis" yang merekrut anak-anak dari media sosial, layanan chatting di Internet, dan SMS.

    Yang mengejutkan, kata Perkins, adalah usia bocah yang dilacurkan masih sangat muda. "Mereka rata-rata berusia antara 11 sampai 13 tahun dan tertarik dengan iming-iming berupa ponsel dan hadiah lainnya, termasuk tawaran makanan dan tempat tinggal," katanya.

    Anak-anak yang terjebak menemukan bahwa tidak ada jalan keluar setelah masuk lingkaran ini. "Sama seperti jenis sandera, mereka ditahan di luar kehendak mereka," kata Perkins.

    Ernie Allen, Presiden Pusat Nasional untuk Anak Hilang dan Dieksploitasi, yang bergabung dengan FBI, mengatakan masyarakat banyak yang menutup mata terhadap pelacuran anak. Tapi Allen mengatakan pengerahan 2.500 petugas di 57 kota dalam operasi ini menunjukkan bahwa sikap masyarakat berubah. "Ini bukan hanya masalah di sisi lain dunia. Hal ini terjadi di kota-kota di Amerika Serikat," katanya.

    CBS NEWS | TRIP B



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.