Terapi Tawa Berujung Pengadilan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO , Mumbai: Maksud hati hendak menolong orang, malah berakhir di pengadilan. Ini terjadi di India. Sejak 1995, seorang dokter di Kota Mumbai, Madan Kataria, memperkenalkan terapi tawa untuk mengobati berbagai penyakit.

    Terapi yang dipadu dengan yoga itu rupanya diminati banyak orang. Bahkan kelompok serupa mulai menjamur di seluruh penjuru India.

    Namun tidak semua orang bahagia dengan terapi ini. Vinayak Shirsat, kakek berusia 78 tahun, mengadukan sebuah kelompok terapi tawa ke Pengadilan Tinggi Bombay.

    Menurut sang kakek, gelak tawa yang terdengar dari anggota kelompok ini pada dinihari justru menyebabkan “gangguan kepentingan publik, rasa sakit, dan penderitaan mental”.

    Berdasarkan pengaduan Shirsat, kelompok yang berisi 10-15 orang itu berkumpul pada pukul 7 pagi dan membuat “tawa yang sangat berisik”. “Sangat tidak layak berkumpul di depan halaman rumah seseorang untuk tertawa,” kata hakim dalam dengar pendapat, Selasa lalu.

    Pengadilan akan dilanjutkan pada Senin mendatang untuk memberi waktu sepekan kepada polisi. Hakim berharap polisi akan menemukan cara tepat untuk menghalangi kelompok tawa itu menyusahkan orang lain. Duh!

    NDTV | ASIAONE | SITA

    Berita lain:
    Mohamed Mursi Jadi Presiden Mesir

    Cegah Depresi, Cina Tawarkan Sup Plasenta

    Kisah di Balik Izin Atlet Olimpiade Wanita Saudi

    Bendera Jadi Target Latihan Perang, Korut Marah

    Gedung Pencakar Langit Ini Terbagus di Dunia




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.