Pasokan TKI Turun, Singapura Beralih ke Sri Lanka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang melebihi ijin tinggal (overstayed) dari Arab Saudi saat proses pemulangan menuju daerah asal masing-masing di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang, Banten, Selasa (1/11). Sebanyak 1.277 TKI overstayed yang terdiri dari dari 1.211 orang dewasa, 39 anak-anak, dan 27 bayi, dipulangkan dari Arab Saudi dengan menggunakan 4 kloter penerbangan.  TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang melebihi ijin tinggal (overstayed) dari Arab Saudi saat proses pemulangan menuju daerah asal masing-masing di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang, Banten, Selasa (1/11). Sebanyak 1.277 TKI overstayed yang terdiri dari dari 1.211 orang dewasa, 39 anak-anak, dan 27 bayi, dipulangkan dari Arab Saudi dengan menggunakan 4 kloter penerbangan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO , Singapura: Agensi pekerja rumah tangga di Singapura kini beralih mencari tenaga kerja dari Sri Lanka. Sebab suplai pekerja dari Indonesia semakin menurun.

    Menurut The Strait Times yang dikutip Asiaone.com, Komisi Tertinggi Sri Lanka akan bertemu perwakilan agensi dari Singapura dan Biro Tenaga Kerja Asing di Sri Lanka. Setidaknya tujuh agensi berencana mendatangkan pekerja rumah tangga dari Sri Lanka tahun ini.

    Para agensi berharap, Sri Lanka dapat mengisi kekosongan pekerja dari Indonesia. Pada 1 Mei 2012, Pemerintah Indonesia mengenalkan kebijakan baru tentang biaya perekrutan. Kebijakan itu membuat utang pekerja terhadap agensi menjadi lebih kecil karena biaya penempatan harus dikurangi.

    Pemerintah Sri Lanka berharap jumlah pekerja rumah tangga yang dikirim dari negaranya bisa mencapai 6 ribu hingga pertengahan tahun depan. Saat ini, pembantu asal Sri Lanka tercatat ada 4.500 orang yang di Singapura.

    Biro Pekerja Asing Sri Lanka mengatakan mulai 1 juni, pembantu di Singapura harus dibayar minimal 400 dolar Singapura (Rp 2,9 juta). Sebelumnya mereka dibayar 325 dolar Singapura (Rp 2,4 juta). Adapun pembantu dari Indonesia dan Filipina memiliki gaji minimum 450 dolar Singapura (Rp 3,3 juta)

    DIANING SARI

    Berita lain:
    Mohamed Mursi Jadi Presiden Mesir

    Cegah Depresi, Cina Tawarkan Sup Plasenta

    Kisah di Balik Izin Atlet Olimpiade Wanita Saudi

    Bendera Jadi Target Latihan Perang, Korut Marah

    Gedung Pencakar Langit Ini Terbagus di Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?