Gedung Pencakar Langit Ini Terbagus di Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Absolute Tower, Kanada

    Absolute Tower, Kanada

    TEMPO.CO , Toronto - Gedung pencakar langit dramatis di Kanada, Qatar, Australia, dan Italia dijuluki sebagai gedung tinggi terbaik di dunia oleh Council on Tall Buildings and Urban Habitat. Empat pemenang regional termasuk Absolute Towers di Mississauga, Kanada (Amerika), 1 Bligh Street, Sydney (Asia dan Australia), Palazzo Lombardia, Milan (Eropa), dan Doha Tower/BurjQatar, Doha (Timur Tengah dan Afrika).

    Al Bahar Towers di Abu Dhabi memenangi predikat sebagai "Penuh Inovasi" pertama. Komputer di gedung ini sepenuhnya disuplai energinya oleh tenaga matahari.

    Absolute Tower, yang akan rampung pembangunannya pada Agustus 2012, mencapai ketinggian 179,5 meter dan 158 meter. Sementara Palazzo Lombardia adalah bangunan tinggi pertama di Italia yang mendapatkan pengakuan CTBUH dan 1 Bligh adalah bangunan pertama di Australia yang mencapai ketinggian spektakuler.

    Lembaga ini mencatat jumlah gedung pencakar langit meningkat lebih dari dua kali lipat dari tujuh tahun lalu. Jika pada tahun 2005 jumlah gedung pencakar langit yang tingginya di atas 200 meter sebanyak 32 unit, tahun ini melonjak menjadi 88 unit.

    Komposisi ini kemungkinan akan berubah, mengingat sejumlah negara kini juga tengah membangun gedung pencakar langit dan diprediksi akan rampung sebelum tahun berganti.

    Seluruh pemenang "Best Tall Building Worldwide" akan diumumkan pada Annual Awards Ceremony CTBUH ke-11 pada 18 Oktober 2012.

    DAILY MAIL | TRIP B

    Terpopuler
    Ruhut: Jika SBY Tak Bertindak, Demokrat Karam

    MUI: Menyakitkan Sekali, Kitab Suci Kok Dikorupsi

    Model Telanjang Lukisan Sudjono Memprotes Oei Hong

    Asal Muasal Skorsing yang Diminta Fauzi Bowo

    10 Artis Termahal versi Forbes



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?