Serbu Hotel,Taliban Mengaku Buru Germo dan PSK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel kepolisian Afganistan berjaga di hotel Spozhmai yang diserang kelompok bersenjata Taliban, di dekat Kabul (22/6). REUTERS/Mohammad Ismail

    Personel kepolisian Afganistan berjaga di hotel Spozhmai yang diserang kelompok bersenjata Taliban, di dekat Kabul (22/6). REUTERS/Mohammad Ismail

    TEMPO.CO , Kabul - Kabul - Penyerang sebuah hotel di Kabul, Afganistan berhasil dilumpuhkan. Sejauh ini, sebanyak 26 orang dilaporkan tewas dalam serbuan yang dimulai dini hari ini. Hotel Spozhmai di pinggiran Danau Qargha merupakan tempat peristirahatan di luar kota Kabul.

    Seorang saksi mata, Rasoul Khan, menyatakan penyerbuan dimulai saat lima orang yang belakangan diketahui sebagai anggota milisi Taliban masuk. "Mereka meminta semua orang menunjukkan di mana para germo berada. Mereka menembak siapa saja yang tidak mau bekerja sama dengan mereka," kata Khan, yang mengalami cedera di wajah saat melarikan diri.

    Menurut pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di hotel itu, Taliban mengutuk pria dan wanita yang saling bercanda. Mereka melabeli mereka sebagai "germo" dan "pelacur" dan layak mendapatkan hukuman.

    Seperti dalam serangan sebelumnya di pusat kota, dua penjaga ditembak mati. Selama 12 jam mereka menduduki hotel dengan menggunakan para tamu hotel sebagai tameng hidup.

    Dengan suara bergetar, Ebadullah, 14 tahun, menceritakan pengalamannya. "Mereka menanyai semua orang di mana pada germo, di mana para pelacur. Mereka membunuh banyak orang," katanya.

    Di dalam hotel, sekitar delapan mayat ditemukan dengan sebagian besar luka tembak di kepala. Pintu-pintu dan jendela hotel hancur. Penyerang sebanyak tujuh orang berhasil dilumpuhkan, semuanya tewas tertembak.

    Sebuah bom menempel di tubuh seorang pemuda - yang ditanam oleh Taliban untuk menimbulkan lebih banyak korban. Banyak korban mengenakan celana jins dan kemeja, jenis pakaian Barat yang menarik kemarahan Taliban. Tampaknya mereka ditembak ketika mencoba untuk bersembunyi.

    Di sebuah rumah sakit militer di Kabul dimana korban luka dirawat, insinyur Salder Rahi menceritakan ia pergi ke hotel untuk bertemu saudara dan tiga temannya. Saudaranya termasuk di antara korban meninggal. "Mereka menembaki semua orang," kata Rahi.

    Serangan itu mengundang keprihatinan mengenai begitu mudahnya sebuah serangan di hotel papan atas negeri itu. Para penyerang diketahui bersenjata berat dengan rompi anti-peluru. Taliban mengakui ada di balik serangan ini dan menyatakan serangan untuk menargetkan warga Afghanistan kaya dan orang asing yang biasa mengadakan 'pesta liar' di hotel berjarak  10 km  dari pusat kota Kabul ini.

    CNN | TRIP B

    Berita Internasional Lainnya
    Jaksa Nyatakan Pembantai Norwegia Gila

    Murid di Sekolah Ini Disuruh Bikin Surat Wasiat

    Pemerintah Mesir Dinilai Ogah-ogahan Serahkan Kekuasaan

    Nasib Bos Wikileaks Diputus Besok

    Iran Undang Indonesia Hadiri KTT Gerakan Non-Blok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.