Jelang Olimpiade London, Copet Mulai Gentayangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi copet. protothema.gr

    Ilustrasi copet. protothema.gr

    TEMPO.CO, London - Kepolisian Kota London mewaspadai makin banyaknya copet yang beroperasi di kota itu menjelang olimpiade bulan depan. Mereka umumnya berasal dari Eropa Timur dan menyasar wisatawan yang datang ke kota itu.

    Menurut polisi, jumlah copet cenderung meningkat akhir-akhir ini. Mereka beroperasi secara bergerombol. Belakangan diketahui ada juga sekelompok copet asal Amerika Selatan yang beroperasi.

    Detektif Scotland Yard, Inspektur Nick Downing, yang memimpin perang melawan copet, mulai mengendus kelompok-kelompok ini. "Ada laporan intelijen bahwa sejumlah orang dari Eropa Timur dan Amerika Selatan sengaja datang ke London untuk menyasar olimpiade," katanya.

    Dia mengatakan petugas telah melihat peningkatan jumlah pencopet. Modus operandinya beragam, dari diam-diam menguntit hingga pelaku bertindak sebagai polisi. "Mereka memangsa orang-orang yang mungkin tidak mengerti bagaimana seragam seorang polisi Inggris dan apa saja tugas mereka," katanya.

    Downing menambahkan, beberapa orang mulai menjadi korban karena kesulitan bahasa dan mereka berasal dari budaya yang menghormati aparat keamanan.

    Polisi telah menangkap sejumlah tersangka pencopet di sekitar tempat wisata setelah memaksa korban menyerahkan kartu ATM dan nomor PIN dengan dalih pemeriksaan keamanan.

    Meskipun kemampuan berbahasa Inggris polisi gadungan itu terbatas dan mereka tak berseragam, beberapa pengunjung telah tertipu. Mereka umumnya beroperasi di tempat wisata seperti Trafalgar Square, Oxford Circus, dan alun-alun seperti Kensington, Chelsea, dan Camden.

    DAILY MAIL | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.