Selangkah Keluar dari Kedubes, Assange Ditangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Assange. AP/Kirsty Wigglesworth, File

    Julian Assange. AP/Kirsty Wigglesworth, File

    TEMPO.CO , London - Pendiri dan bos Wikileaks, Julian Assange, hingga detik ini masih bersembunyi di kantor Kedutaan Ekuador di London. Di luar pagar kedutaan, polisi Inggris berjaga-jaga. Sementara itu para diplomat masih membahas nasibnya. Ia harap-harap cemas. Begitu suaka ditolak, selangkah saja Assange meninggalkan gedung kedutaan, polisi akan langsung menggelandangnya.

    Assange mencari suaka politik di negara Amerika Selatan itu untuk menghindari ekstradisi ke Swedia atas dugaan kejahatan seks. Para pendukungnya mengatakan ekstradisi ke Swedia hanya akal-akalan. Sebenarnya, kata pendukung Assange, Amerika Serikat bernafsu mengadili karena membocorkan ratusan ribu dokumen rahasia negara itu. Tetapi beberapa ahli hukum mengatakan apa yang dilakukan Assange adalah langkah putus asa dan kemungkinan akan berakhir sia-sia.

    "Dia tahu dia sampai di ujung jalan di Inggris. Dia tahu dia akan diekstradisi ke Swedia," kata Alex Carlile, seorang pengacara senior Inggris yang khusus menangani masalah ekstradisi. "Pada dasarnya ia tak memiliki tempat untuk melarikan diri lagi."

    Pria 40 tahun asal Australia ini secara mengejutkan hadir di kedutaan yang letaknya hanya beberapa jengkal dari pusat perbelanjaan terkenal Harrods di London itu. Polisi Inggris mengatakan Assange telah melanggar ketentuan jaminan, termasuk jam malam, dan mempunyai kewenangan untuk menangkapnya. Namun pejabat kepolisian mengakui Assange di luar jangkauan mereka selama ia tetap berada di kedutaan, yang di bawah konvensi hukum diperlakukan sebagai wilayah Ekuador.

    Sebelumnya, Presiden Ekuador Rafael Correa pernah melontarkan kata-kata dukungan bagi Assange. Kepada wartawan, ia menyatakan pemberian suaka sedang dipertimbangkan. "Kami sedang memproses permintaannya. Ekuador adalah sebuah negara yang damai, bebas, dan adil," katanya, berbicara pada pertemuan puncak iklim di Rio de Janeiro, Brasil.

    Vaughan Smith, mantan wartawan yang membiarkan Assange tinggal di rumah pedesaan Inggris selama lebih dari satu tahun sebagai bagian dari persyaratan jaminan, mengatakan berita itu "mengejutkan".

    Smith mengatakan ia kehilangan 20 ribu pound sterling (US$ 31 ribu) untuk membayar jaminan. "Ini adalah uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya," kata Smith.

    AP | TRIP B

    Berita Lainnya
    Wanita Ini 16 Tahun Hidup Tanpa Uang dan Bahagia

    Lagu Adele Bangunkan Bocah Ini dari Koma

    Xanana Perintahkan Monumen Portugis Dibongkar

    Prajurit Pembakar Quran Hanya Diberi Sanksi

    Kanibal Asal Kanada Mengaku Tak Bersalah



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.