Pamer Dada, 'Lady Tata' Guncang Thailand  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duangjai Jansaunoi. larepublica.ec

    Duangjai Jansaunoi. larepublica.ec

    TEMPO.CO , Bangkok: Demi mengejar popularitas, ada saja orang yang menghalalkan segala cara. Duangjai Jansaunoi atau yang kini dikenal sebagai "Lady Tata" di negerinya, Thailand, menempuh cara unik untuk menjadi kontestan terpopuler dalam ajang pencarian bakat Thailand's Got Talent.

    Duangjai, 23 tahun, membuka pakaian bagian atas hingga polos di hadapan tiga juri dan penonton di studio. Rupanya perempuan yang berprofesi sebagai pelukis itu hendak memamerkan kebolehannya melukis dengan payudaranya. Tentu saja aksi Duangjai ini menimbulkan kontroversi. Salah seorang juri memprotes aksi itu, tapi dua juri lainnya justru mendukung Duangjai.

    Nah, aksi Duangjai itu memicu kritik tajam saat stasiun televisi Channel 3 menayangkan program ini dalam siaran tunda pada Ahad lalu. Tayangan ini bahkan menimbulkan masalah panjang. Menteri Kebudayaan Thailand Sukumol Khunploem kemarin memanggil produser dan penanggung jawab acara tersebut.

    "Kami akan menanyai penanggung jawab program untuk mencari siapa yang bertanggung jawab atas penayangan aksi memalukan ini," kata Sukumol. "Meski pertunjukan ini untuk mencari bakat peserta, rakyat Thailand tidak bisa menerima perempuan telanjang di televisi," ia menambahkan.

    Namun, produser acara itu, Panya Nirunkul, berkukuh program tersebut telah melalui sensor ketat. Produser, menurut Panya, tidak menyangka Duangjai akan melucuti bajunya. "Tapi kami sudah menyensor bagian payudara agar tidak terpampang jelas," ujar Panya.

    Kritik juga muncul dari perupa Chalermchai Kositpipat. Ia tak menyalahkan aksi Duangjai itu. Namun ia memprotes kamerawan televisi yang justru lebih asyik membidik bagian pribadi Duangjai ketimbang mengambil gambar lukisannya. Duh!

    BANGKOK POST | SITA PA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.