Obama Minta Kuba Bebaskan Warga Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat berbicara di Hotel  Beverly Wilshire,6-6, 2012, Los Angeles. (AP Photo/Carolyn Kaster)

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat berbicara di Hotel Beverly Wilshire,6-6, 2012, Los Angeles. (AP Photo/Carolyn Kaster)

    TEMPO.CO, Washington - Pemerintahan Barack Obama meminta Kuba membebaskan kontraktor Amerika Serikat, Alan Gross, karena kesehatannya yang memburuk. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika, Victoria Nuland, mengatakan Amerika juga meminta Havana memberikan informasi ihwal kondisi kesehatan Gross ke keluarganya sehingga mereka dapat mengetahui kesehatan Gross untuk memberikan penanganan medis.

    “Dia kehilangan berat badan hingga 100 pound (45,35 kilogram) sejak ditahan. Dia menderita radang sendiri sehingga tak bisa berjalan lagi di dalam selnya,” ujar Nuland, Kamis waktu setempat, 14 Juni 2012.

    Nuland mengatakan Gross juga menderita penyakit lainnya dan segera membutuhkan perawatan medis.

    “Kami meminta pemerintah Kuba segera membebaskan Alan Gross dan mengizinkan dia kembali ke keluarganya,” ujarnya.

    Gross, 63 tahun, ditahan di Havana pada Desember 2009 dan dihukum 15 tahun penjara dengan dakwaan membuat jaringan Internet secara diam-diam untuk mempromosikan perubahan politik di negara itu. Kuba menganggap kegiatan Gross itu sebagai upaya Amerika menggulingkan negara komunis yang berdiri setelah revolusi yang dipimpin Fidel Castro pada 1959.

    Hubungan Kuba dan Amerika memanas sejak Obama berkantor di Gedung Putih. Hubungan itu kian memanas sejak Gross ditahan di Havana. Gross meminta Kuba mengizinkan dia mengunjungi ibunya yang sakit parah, tetapi belum dikabulkan.

    REUTERS | SAPTO YUNUS

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.