Bahrain Hukum Sembilan Dokter yang Membangkang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi anti huru hara Bahrain mengejar seorang demonstran di Bundaran Pearl, Manama, Bahrain (19/2). AP/Hasan Jamali

    Polisi anti huru hara Bahrain mengejar seorang demonstran di Bundaran Pearl, Manama, Bahrain (19/2). AP/Hasan Jamali

    TEMPO.CO, Manama– Pengadilan banding Bahrain menghukum sembilan dokter atas perannya dalam perlawanan pro-demokrasi tahun lalu, dan membebaskan sembilan dokter lainnya, dalam kasus kontroversial yang menuai kritik internasional dari Amerika Serikat dan negara-negara Teluk Arab.

    Pengadilan militer pada September tahun lalu memvonis 20 dokter, semuanya Syiah, dengan hukuman 5-15 tahun atas beberapa tuduhan, termasuk pencurian peralatan medis, penguasaan rumah sakit, dan berniat mengganti rezim.

    Pengadilan memvonis Ali a-Eky, dokter bedah yang bekerja di Rumah Sakit Salmaniya, di Manama, lima tahun penjara, dan bui tiga tahun untuk Ibrahim al-Dimistani. Sedangkan tujuh orang lainnya ditahan mulai satu bulan hingga satu tahun.

    "Ini pengadilan yang tak adil. Mereka tak bersalah. Mereka seharusnya mengadili penguasa, bukan para dokter itu," kata Tawfik Dhaif, 53 tahun, paman dari dua pria yang telah dihukum itu, mengecam. Mereka adalah para dokter elite di negeri ini.

    Komisi Penyelidikan Independen Bahrain--panel komprehensif untuk kasus ini--tahun lalu telah menemukan fakta bahwa paramedis itu disiksa ketika ditahan di penjara.

    AL JAZEERA | REUTERS | DWI ARJANTO


    Berita lain:

    Foto-foto Aborsi Paksa di Cina Guncang Jagat Maya

    Misteri Bunker dengan Peralatan Khusus Dewasa

    Inilah ''Tarzan Modern'' yang Nyasar Hingga Berlin

    Jasad Thomas Americo Diduga di Kuburan Massal

    Akhir Misteri Kematian Bayi Setelah 32 Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.