FBI Selidiki Bocornya Rahasia Gedung Putih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama.  REUTERS/Jason Reed

    Barack Obama. REUTERS/Jason Reed

    TEMPO.CO , Washington - FBI telah meluncurkan penyelidikan atas kebocoran informasi rahasia yang melibatkan program cyberwar terhadap Iran. Meski seorang pejabat senior membenarkan, namun juru bicara FBI, Paul Bresson, tidak bersedia memberi konfirmasi atas penyelidikan itu.

    Senator Saxby Chambliss, wakil Partai Republik di Komite Intelijen Senat, mengatakan dia mendapat informasi bahwa penyelidikan FBI sedang berlangsung. "Dalam beberapa pekan terakhir, kita telah menjadi semakin khawatir pada kebocoran lanjutan tentang program intelijen sensitif dan kegiatannya, termasuk rincian spesifik dari sumber-sumber dan metodenya," kata Chambliss.

    Ia menyatakan hal ini secara serius mengganggu program intelijen yang sedang berlangsung dan menempatkan dalam bahaya kemampuan intelijen AS untuk bertindak di masa depan.

    DPR dan Komite Intelijen Senat mengatakan mereka bermaksud  untuk meninjau undang-undang yang potensial untuk memperkuat otoritas dan prosedur yang berkaitan dengan akses pada informasi rahasia dan pengungkapannya. Selain itu juga untuk memastikan bahwa langkah-langkah pidana dan administratif akan diambil bagi pelanggarnya.

    Gedung Putih menyatakan telah mengambil semua langkah yang tepat dan diperlukan untuk mencegah kebocoran informasi rahasia atau informasi sensitif. "Pernyataan yang menyebut kebocoran adalah disengaja untuk keuntungan politik adalah sangat tidak bertanggung jawab," kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney , dari pesawat Air Force One saat menyertai Obama pergi ke acara kampanye di Pantai Barat.

    Sebelumnya diberitakan, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dilaporkan memerintahkan serangan cyber berupa virus Stuxnet ke Iran. Gedung Putih tidak menolak atau mengkonfirmasi berita itu.

    Serangan virus Stuxnet yang melumpuhkan instalasi atom Iran, diyakini merupakan perintah langsung dari Obama dilaporkan pertama kali oleh New York Times. Ketika musim panas 2010 serangan virus itu diketahui publik, disebutkan harian itu, Obama memerintahkan semakin digencarkannya serangan.

    Gedung Putih menyatakan tidak bersedia memberikan pernyataan. Jurubicara pemerintah Josh Earnest menyebutkan, ia tidak bisa membantah atau mengkonfirmasi berita tersebut.

    "Informasi semacam itu akan tetap dirahasiakan", katanya. Earnest mengajukan argumentasi, publikasinya akan mengancam kepentingan nasional Amerika.

    TRIP B | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.