Lumpuhkan 30 Milisi, Libya Kerahkan 5.000 Personel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejuang revolusi Libya kembali dari Sirte disambut di Al Guwarsha gerbang Benghazi, Libya (22/10). Pemimpin baru Libya akan mengumumkan kemerdekaan pada hari Minggu dan menyelenggarakan pemilu. AP/ Francois Mori

    Pejuang revolusi Libya kembali dari Sirte disambut di Al Guwarsha gerbang Benghazi, Libya (22/10). Pemimpin baru Libya akan mengumumkan kemerdekaan pada hari Minggu dan menyelenggarakan pemilu. AP/ Francois Mori

    TEMPO.CO, Tripoli - Pemerintah Libya menangkap 30 anggota milisi pada Senin setelah kelompok itu menyerbu Bandara Tripoli. Militer mengerahkan 5.000 personel ke bandara dan kembali menguasai fasilitas vital itu.

    Milisi Tarhouna merangsek masuk ke bandara,  mengawal penumpang menuju mobil dan mengevakuasi yang lain dari terminal. Asap hitam membumbung dari arah landasan pacu, dan tembakan sporadis terdengar. Aparat berjaga-jaga dengan menutup semua akses jalan menuju bandara.

    Pertemuan kabinet darurat diselenggarakan. Milisi berdalih, penyerbuan dilakukan untuk meminta pembebasan pemimpin mereka. Namun menurut Menteri Tenaga Kerja, Mustafa A. Rugibani yang hadir dalam rapat itu, sang pemimpin telah dibebaskan.

    Mohammed el-Gharyani, anggota Komite Keamanan Tripoli, menyatakan milisi dari Kota Tarhouna menduduki landasan pacu bandara, Senin. Penerbangan dialihkan ke pangkalan udara Metiga di pusat kota.

    Dia mengatakan anggota milisi ini  marah atas penangkapan komandan mereka, Kolonel Abu Ajaila al-Habshi, Minggu.

    Tarhouna di Libya tengah adalah favorit dari penguasa Libya yang digulingkan Muammar Gadhafi. Suku yang mendominasi wilayah ini, juga disebut Tarhouna, menjabat di berbagai posisi di militer Libya di bawah Gadhafi.

    Persaingan suku telah menyapu Libya sejak Gadhafi digulingkan tahun lalu. Pemerintah baru tampaknya belum berhasil ''menjinakkan'' mereka.

    Juru bicara Dewan Transisi Nasional Mohammed al-Haraizi mengatakan NTC  "mengutuk penculikan Kolonel Abu Ajaila al-Habshi, serta menyerukan otoritas khusus untuk menyelidiki insiden itu."

    TRIP B | CNN

    Berita Terpopuler Lainnya:
    Awan Terbelah Bikin Geger Yogya 
    Dokter: Air Mata Kristal Tina Ternyata Palsu

    Tahukah Anda? Kepala Orang Amerika Kian Membesar

    Vatikan Kritik Buku Etika Seks Biarawati Amerika

    Terganggu Obrolan, SBY Hentikan Pidatonya

    Awas, 7 Mobil Ini Dinilai Berbahaya!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.