Rusia Bantah Beri Senjata pada Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vladimir Putin. AP/Maxim Shipenkov, pool

    Vladimir Putin. AP/Maxim Shipenkov, pool

    TEMPO.CO , Berlin - Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat membantah bahwa Rusia memberikan senjata yang membunuh warga sipil Suriah. "Kami tidak memasok senjata yang dapat digunakan dalam konflik sipil," kata dia.

    Sebuah kapal berbendera Rusia berlabuh minggu ini di pelabuhan Suriah, Tartus, dan beberapa kelompok hak asasi manusia mengatakan mereka membawa senjata untuk digunakan dalam konflik di Suriah. Departemen Luar Negeri AS mengatakan Kamis bahwa mereka sedang menyelidikinya, tapi tidak bisa mengkonfirmasi bahwa kapal itu membawa senjata.

    Berbicara dengan wartawan di Berlin setelah bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, Putin membantah klaim Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton bahwa Rusia adalah penopang rezim Bashar al-Assad.

    "Mereka yang mengatakan bahwa Rusia menopang rezim apa pun, dalam hal ini Presiden Assad secara sepihak, mereka salah. Kami memiliki hubungan yang baik dan panjang dengan Suriah. Tapi kami tidak mendukung salah satu sisi," ujarnya.

    Putin mengatakan dia setuju dengan Merkel bahwa segala sesuatu harus dilakukan untuk menghindari perang sipil di Suriah. "Hari ini, kita melihat jalan menuju perang saudara, dan itu sangat berbahaya," katanya.

    Pada hari Jumat, Clinton mengatakan di Oslo, bahwa jika Rusia siap bekerja dengan kekuatan dunia lain untuk merencanakan transisi politik di Suriah, ia akan menyambut gembira. "Namun mereka sangat konsisten dengan perdagangan senjata selama setahun terakhir ke Suriah," katanya.

    Clinton juga percaya bahwa pasokan senjata dari Rusia telah memperkuat rezim Assad. "Apa saja senjata yang digunakan, kami tidak dapat berbicara dengan akurat," kata Clinton.

    TRIP B | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.