FSA Beri Tenggat 48 Jam kepada Pemerintah Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan berjag di lokasi ledakan di Damaskus, Suriah (10/5). REUTERS/Khaled al-Hariri

    Petugas keamanan berjag di lokasi ledakan di Damaskus, Suriah (10/5). REUTERS/Khaled al-Hariri

    TEMPO.CO , Damaskus - Angkatan Bersenjata Pembebasan Suriah (FSA) memberikan tenggat 48 jam kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk melaksanakan gencatan senjata sesuai dengan rencana tim pengamat Persatuan Bangsa-Bangsa. Menurut Kolonel Qassim Saadeddine, salah satu pejabat militer, jika ultimatum tidak direspons hingga Jumat, 1 Juni 2012, FSA akan mempertimbangkan untuk tidak terikat pada rencana perdamaian.

    Di antara rencana perdamaian itu adalah mengembalikan pasukan pemerintah ke barak.
    Kolonel Saadeddine dalam sebuah rekaman video yang disiarkan secara online mengatakan pemerintah harus menerapkan segera gencatan senjata. Bentuknya menarik pasukan, tank, dan artileri dari kota-kota dan perkampungan di Suriah.

    "Hal terebut harus dilaksanakan, termasuk mengizinkan bantuan kemanusiaan ke seluruh kawasan dan membebaskan semua tahanan. Rezim juga harus bersedia melakukan negosiasi secara serius dengan bantuan PBB untuk menyerahkan kekuasaan kepada rakyat Suriah," tutur dia.

    Koresponden BBC melaporkan FSA merupakan kelompok bersenjata dengan perlengkapan tempur yang tak memadai dan tak siap menghadapi pertempuran melawan senjata berat, termasuk tembakan tank dan pasukan pemerintah. Namun PBB membenarkan bahwa FSA masih melanjutkan penguasaannya terhadap sejumlah kota secara signifikan.

    FSA adalah kelompok bersenjata yang didirikan pada 29 Juli 2011 dipimpin oleh Kolonel Riad al-Asaad. Anggota kelompok ini berasal dari warga sipil yang melakukan perlawanan kepada pemerintah dan anggota militer desersi yang berniat menjatuhkan pemerintah.

    Dalam pernyataannya kepada media usai deklarasi pembentukan FSA, al-Asaad mengumumkan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan bekerja sama dengan pengunjuk rasa untuk melawan sistem dan menuduh pasukan keamanan pemerintah telah menyerang warga sipil.

    Dia menuturkan FSA tak memiliki tujuan politik kecuali meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad turun. FSA mengklaim bahwa konflik di Suriah tak terkait dengan sektarian karena tujuan FSA adalah semata-mata ingin menjatuhkan rezim bersama rakyat Suriah.

    Riad al-Asaad mengatakan organisasinya telah merger dengan Gerakan Pembebasan Pejabat (ħarakat al-ḍubbaṭ al-aħrar) pada 23 September 2011 sekaligus menjadi kelompok oposisi utama penentang pemerintah. Hingga saat ini FSA memiliki 40 ribu pasukan bersenjata berasal dari tentara pembelot.

    Untuk melancarkan perlawanan, FSA memperkuat basisnya di kawasan urban dan pinggiran kota antara lain di Idlib, Alepo, pusat kawasan Homs, Hama dan Rastan, kawasan pesisir Latakia, selatan negara (Deraa dan Houran), sebelah timur (Dayr al-Zar, Abu kamal) dan di kawasan Damaskus.

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.