Jadi Pangkal Rusuh, Cile Bantai Setengah Juta Babi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/John Gress

    REUTERS/John Gress

    TEMPO.CO , Santiago - Hampir setengah juta babi di peternakan terbesar di Cile disembelih massal. Langkah ini dilakukan setelah pabrik pengolahan daging ditutup karena masalah kesehatan dan protes warga.

    "Mereka akan dibantai. Kami tak akan memanfaatkan lagi lahan ini untuk beternak," kata Jose Guzman, kepala eksekutif Agrosuper, yang memiliki tanah pertanian ini.

    Jalan yang mengarah ke peternakan dari Kota Freirina--500 kilometer sebelah utara Santiago--ditutup seminggu lalu. Penutupan dilakukan oleh warga yang marah karena bau yang datang dari peternakan itu.

    Setelah berbulan-bulan keluhan mereka tak digubris, warga menjadi murka dan memulai kerusuhan. Seperti dilaporkan BBC, kerusuhan memuncak pekan lalu, dengan melarang pekerja untuk masuk pabrik. Hal ini menyebabkan ribuan babi mati.

    Pemerintah kemudian memerintahkan penutupan peternakan dan mengumumkan kewaspadaan kesehatan. Pasalnya, limbah bisa merembes dan mencemari air minum warga.

    Guzman mengatakan babi itu akan disembelih karena untuk mengangkutnya diperlukan 50 ribu truk. Sementara, tak satu pun truk yang bersedia mengangkutnya.

    Agrosuper mengatakan sedang mengubur babi yang sudah mati di lubang khusus yang telah disiapkan. Perusahaan ini mengakui rumah jagal punya masalah dengan desain ventilasinya.

    TRIP B | GLOBAL POST

    Berita lainnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?