Blair: Media Penguasa Inggris Sebenarnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair meninggalkan Pengadilan Tinggi di London, Inggris, Senin (28/5). setelah memberikan kesaksian di hadapan komite kode etik pers Inggris. AP/Lefteris Pitarakis

    Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair meninggalkan Pengadilan Tinggi di London, Inggris, Senin (28/5). setelah memberikan kesaksian di hadapan komite kode etik pers Inggris. AP/Lefteris Pitarakis

    TEMPO.CO, London-- Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair mengakui kedekatannya dengan media, terutama milik taipan Rupert Murdoch. Mantan petinggi Partai Buruh itu sengaja mengambil strategi bersahabat daripada menghadapi kemurkaan media Inggris.

    "Jika Anda merupakan pemimpin politik dalam negara dengan kekuatan media yang sangat besar, tentu akan menghindari kemurkaan media. Bila itu terjadi, pesan politik Anda tidak akan sampai kepada konstituen,” kata Blair saat bersaksi di hadapan komite kode etik pers Inggris, di Gedung Royal Courts of Justice, London, Senin 28 Mei 2012.

    Meski dikenal sebagai penguasa paling berpengaruh di Inggris setelah Margaret Thatcher, Blair mengakui ia tak ingin menyinggung sebuah media pun. "Anda bisa menilainya salah atau benar setelah periode itu. Tapi saat itu saya merasa ini strategi politik yang benar," ujar Blair.

    Kedekatan Blair dengan Murdoch menjadi perhatian publik setelah adanya skandal penyadapan telepon yang melibatkan politikus, polisi, dan media milik Murdoch terungkap. Apalagi Blair dikenal berusaha menguasai agenda media Inggris untuk memperoleh pemberitaan positif.

    Hubungan dekatnya dengan Murdoch dimulai sejak 1995, dua tahun sebelum duduk di kursi Perdana Menteri. Blair berusaha meraih simpati Murdoch, yang saat itu anti-Partai Buruh. Ia sengaja berkunjung dalam rapat eksekutif perusahaan Murdoch di Australia.

    Bujukannya pun menuai hasil. Berkat dukungan tabloid paling laris, Sun, milik Murdoch, Blair melaju menjadi politikus nomor satu di Inggris pada 1997, 2001, juga 2005. Media Murdoch juga menjadi pendukung setia Blair saat ia mengambil keputusan untuk membantu Amerika Serikat menginvasi Irak pada 1991. Padahal opini rakyat Inggris saat itu menentang perang.

    REUTERS | THE TELEGRAPH | SITA PLANASARI AQUADINI

    Berita lain:
    Skandal ''Vatileaks'' Guncang Vatikan

    Mantan Ajudan Romney yang Gay Buka Mulut

    Anjing Ini Ikuti Penolongnya Sejauh 1.700 km

    Kue Asin dari Air Mata, Mau Coba?

    Awasi Pembangkang, Ladang ''Bisnis'' Baru di Cina

    32 Bocah Terbantai, Suriah Tolak Bertanggung Jawab

    Zona Dua Lalat di Beijing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.