Pembocor 'Vatileaks' Sebut Ada Kardinal Terlibat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Benediktus XVI. REUTERS/Max Rossi

    Paus Benediktus XVI. REUTERS/Max Rossi

    TEMPO.CO , Vatikan - Rahasia kepausan yang bocor masih menjadi perbincangan hangat di Vatikan. Media Italia mengatakan sedikitnya satu kardinal dicurigai turut berkomplot membocorkan dokumen sensitif sebagai bagian dari perebutan kekuasaan di Tahta Suci itu.

    Pada hari Sabtu, Paolo Gabriele (46), kepala pelayan pribadi Paus Benediktus, secara resmi didakwa mencuri dokumen rahasia kepausan. Tapi sumber orang dalam seperti dikutip La Stampa, La Repubblica dan media lainnya mengatakan dia hanyalah kambing hitam belaka.

    "Ada leakers di antara para kardinal tetapi Sekretariat Negara tidak bisa mengatakan itu, jadi mereka menangkap seorang hamba, Paolo, yang hanya memberikan surat atas nama orang lain," katanya seperti dikutip La Repubblica.

    Skandal itu meledak ketika pekan lalu ketika direktur Bank Vatikan tiba-tiba dipecat. Pemecatan dilakukan tak lama berselang setelah sebuah buku berisi rahasia Vatikan diterbitkan. Puncaknya, pada akhir pekan ini ketika Gabriele ditangkap karena diduga sebagai pembocor dokumen.

    Mengutip sumber orang dalam yang membocorkan dokumen, kepala pelayan yang ditangkap hanyalah upaya untuk menutupi aktor yang lebih besar dari skandal yang populer disebut Vatileaks itu.

    Dokumen yang dikirimkan pada media Italia menyebut orang dalam Vatikan terlibat kronisme dan korupsi dalam kontrak dengan perusahaan Italia. Harian La Stampa mengutip salah satu sumber menyatakan pembocoran dokumen ini ditujukan antara lain agar akar korupsi di Tahta Suci dibersihkan.

    Sekretariat Negara dijalankan oleh Kardinal Tarcisio Bertone, tangan kanan Paus, dan skandal itu tampaknya melibatkan perebutan kekuasaan antara dua kubu, mengingatkan konspirasi Renaissance di Vatikan.

    Pembantunya mengatakan Paus   "sedih dan terluka" oleh peristiwa. Para pengkritiknya mengatakan kurangnya kepemimpinan yang kuat telah membuka pintu untuk pertikaian di antara para pembantunya - dan secara potensial menumbuhsuburkan korupsi yang dituduhkan dalam dokumen yang bocor.

    Banyak orang dalam Vatikan percaya kepala pelayan, yang memiliki akses ke apartemen pribadi Paus, tidak bisa bertindak sendirian. Dia kini ditahan di "ruang aman" di kantor polisi Vatikan.

    TRIP B | REUTERS

    Berita terkait
    Skandal ''Vatileaks'' Guncang Vatikan 
    Pelayan Paus Benedictus XVI Ditangkap Polisi
    Vatikan Masuk Daftar Pengawasan Pencucian Uang AS 
    ''Vatileaks'' Bumbui Pengangkatan Kardinal Baru
    Skandal Korupsi Guncang Vatikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.