PBB Kutuk Aksi Mematikan di Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban tewas serangan terbaru di Houla, Suriah.

    Korban tewas serangan terbaru di Houla, Suriah.

    TEMPO.CO , Amman - Dewan Keamanan PBB (UNSC), Ahad, 27 Mei 2012, secara bulat mengutuk penggunaan senjata berat di Houla, Suriah, menyebabkan sedikitnya 108 orang, termasuk 49 anak-anak dan 34 wanita, tewas.

    Dewan mengatakan dalam sebuah pernyataan pers menyusul pertemuan darurat, Ahad, bahwa penggunaan kekuatan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran hukum internasional. Pemerintah Suriah diminta memegang teguh komitmennya terhadap resolusi PBB yang bersedia menghentikan kekerasan, termasuk penggunaan senjata berat di kawasan penduduk.

    Tampak gambar video siaran televisi yang menunjukkan sejumlah tubuh berlumuran darah dan mayat para pemuda diletakkan berdampingan usai serangan mematikan pada Jumat, 25 Mei 2012. Dunia sangat terkejut atas peristiwa tersebut dan kejadian ini sepertinya sebagai sebuah kegagalan PBB yang mempelopori gencatan senjata untuk menghentikan kekerasan.

    Negara-negara Barat dan Arab menuduh Presiden Suriah Bassar al-Assad di balik serangan mematikan. Namun Damaskus menolak segala tuduhan itu. "Dewan Keamanan mengutuk serangan yang menyebabkan puluhan pria, wanita, dan anak-anak tewas, serta ratusan lainnya di Houla, dekat Homs, cedera. Serangan itu dilakukan oleh pasukan artileri pemerintah yang menembaki desa dengan tank."

    Menurut Kepala Pasukan Perdamaian PBB, Herve Ladsoius, sedikitnya 108 orang terbunuh di Houla. Rusia bersama Cina yang memveto resolusi Dewan Keamanan menyerukan agar memberikan aksi lebih keras terhadap Damaskus. Menurutnya, kejadian di Suriah itu "tragis", sehingga PBB perlu mengambil tindakan untuk menghentikan kekerasan di sana.

    Duta besar Rusia untuk PBB, Alexander Pankin, mengatakan pemerintahnya menolak bila aksi berdarah tersebut semata-mata kesalahan Damaskus. Rusia juga menolak gagasan penerapan sanksi terhadap Suriah, bahkan Negeri Beruang Putih itu menuduh Amerika Serikat dan Eropa ingin menumbangkan pemerintah Suriah seperti yang diterapkan kepada Libya. Suriah merupakan pangkalan angkatan laut utama perairan hangat bagi Rusia sekaligus sebagai pengguna terbesar senjata produksi Rusia.

    Duta besar Suriah untuk PBB, Bashar Ja'fari, menolak tuduhan yang dialamatkan ke pemerintahnya. Menurutnya serangan itu untuk mengatasi "kelompok teroris bersenjata" di sana. Dia juga menolak "tsunami kebohongan" yang dilancarkan oleh Inggris, Prancis, dan Jerman atas peristiwa berdarah tersebut.

    "Perempuan, anak-anak, dan orang tua tewas ditembak. Ini bukanlah perbuatan heroik bagi angkatan bersenjata Suriah," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri, Jihad Makdesi, kepada wartawan di Damaskus.

    REUTERS | AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.