Skandal 'Vatileaks' Guncang Vatikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor kedutaan Vatikan untuk Amerika Serikat di Washington. REUTERS/Yuri Gripas

    Kantor kedutaan Vatikan untuk Amerika Serikat di Washington. REUTERS/Yuri Gripas

    TEMPO.CO , Vatikan - Penangkapan pembantu utama Paus Benedictus XVI mengguncang Vatikan. Skandal yang mencoreng muka Tahta Suci ini, kata situs berita Associated Press,  mengungkapkan perebutan kekuasaan internal, intrik, dan korupsi di tingkat tertinggi pemerintahan Gereja Katolik itu.

    Paolo Gabriele, salah satu dari beberapa anggota rumah tangga kepausan, dicokok akhir pekan ini. Ia dituding turut andil membocorkan sejumlah dokumen kepausan. Associated Press menyebut pekan ini sebagai pekan paling tegang dalam sejarah Vatikan dan melemparkan Tahta Suci ke dalam kekacauan, setelah desakan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka serius mematuhi norma-norma internasional tentang transparansi keuangan.

    Skandal yang kerap disebut Vatileaks ini mengental awal pekan ini setelah sebuah buku yang berdasar pada dokumen Vatikan yang bocor, termasuk korespondensi, catatan, dan memo kepada Paus dan sekretaris pribadinya. Kemudian, diikuti dengan pelengseran petinggi bank yang berafiliasi pada Tahta Suci pada Kamis. Sabtu, kepala pelayan sendiri Paus Benediktus XVI dicokok karena diduga turut andil membocorkan dokumen kepada wartawan Italia.

    "Jika Anda menulis ini dalam fiksi, Anda tidak akan percaya," kata Carl Anderson, anggota dewan bank Vatikan yang memberi kontribusi dengan mosi tak percaya pada presiden bank, Ettore Gotti Tedeschi. "Editor tidak akan membiarkan Anda memasukkannya ke dalam sebuah novel."

    Bank, yang dikenal sebagai Institute for Religious Works, mengeluarkan kecaman pedas pada Gotti Tedeschi dalam memorandum yang diperoleh The Associated Press. Bank yang dikenal dengan IOR - singkatan dalam bahasa Italia - itu  menjelaskan alasan untuk mengusir Gotti Tedeschi: ia secara rutin mangkir dari  rapat dewan, gagal melakukan tugasnya, gagal membela bank, mengalami problem polarisasi, dan menampilkan  "perilaku pribadi yang semakin tak menentu."

    Pemecatan ini dikeluarkan di saat Moneyval, sebuah badan Komisi Eropa yang bertugas menangkal pencucian uang, bersiap memeriksa Bank Vatikan  terkait standarisasi transaksi keuangan internasional pada awal Juli mendatang.

    Sebelumnya, Ettore Gotti Tedeschi dan seorang pejabat senior lain memang menjadi sasaran investigasi setelah dua transaksi mencurigakan dilaporkan kepada polisi setempat. Tim jaksa Italia menyelidiki praktik pencucian uang yang kemungkinan telah dilakukannya.

    Sejumlah catatan yang bocor awal tahun ini mengungkapkan adanya perbedaan di antara pejabat Vatikan terkait seberapa jauh bisa menjamin transparansi keuangan. IOR dibuat saat Perang Dunia II guna mengelola rekening berbagai ordo Katolik Roma.

    Gotti Tedeschi belum berkomentar secara terbuka tentang pelengserannya atau alasan di balik itu. Ia hanya menyatakan memiliki kekaguman terlalu banyak bagi Paus.

    Juru bicara Vatikan, Rev Federico Lombardi, mengatakan Gabriele telah bertemu dengan pengacaranya. Lombardi mengatakan penahanan Gabriele menandai perkembangan yang menyedihkan bagi semua staf Vatikan. "Semua orang tahu dia di Vatikan, dan pasti akan kekagetan dan rasa sakit, dan kasih sayang untuk keluarga tercinta," kata juru bicara itu.

    Gabriele, kepala pelayan pribadi Paus sejak 2006, telah sering terlihat di sisi Paus Benediktus di depan umum. Ia juga ikut naik di kursi depan jip terbuka Paus atau melindungi Paus dari hujan. Secara pribadi, ia adalah anggota rumah tangga kepausan, termasuk sekretaris pribadi Paus dan empat biarawati yang merawat apartemen kepausan.

    Skandal Vatileaks tercium mulai Januari ketika wartawan Italia, Gianluigi Nuzzi, mempublikasi surat dari administrator No. 2 Vatikan pada Paus yang meminta agar dirinya tak dipindahkan. Dia sebelumnya diduga terkait dugaan korupsi jutaan euro dengan cara memanipulasi kontrak.

    Nuzzi, yang sebelumnya menulis Vatican SpA, akhir pekan lalu menerbitkan Hiss Holiness, yang ia tulis berdasar dokumen vatikan yang bocor. Orang nomor dua kepausan, Kardinal Tarcisio Bertone, dilukiskan dalam cahaya yang negatif dalam buku ini.

    Nuzzi mengatakan mendapatkan dokumen Vatikan dari banyak sumber. Ia juga mengaku tak membayar sepeserpun untuk mendapatkannya.

    TRIP B | AP


    Berita terkait
    Pelayan Paus Benedictus XVI Ditangkap Polisi
    Vatikan Masuk Daftar Pengawasan Pencucian Uang AS 
    ''Vatileaks'' Bumbui Pengangkatan Kardinal Baru
    Skandal Korupsi Guncang Vatikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.