Dituding Siapkan Lima Bom Atom, Ini Jawaban Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara sebuah lokasi di daerah Qom, yang diyakini sebagai bunker fasilitas nuklir milik Iran. Digital Globe/Reuters

    Foto udara sebuah lokasi di daerah Qom, yang diyakini sebagai bunker fasilitas nuklir milik Iran. Digital Globe/Reuters

    TEMPO.CO , Teheran - Menurut sebuah institut di Amerika Serikat, Iran telah secara signifikan meningkatkan hasil pengkayaan uranium level rendah. Total produksi dalam lima tahun ke depan bakal cukup untuk sedikitnya lima senjata nuklir jika dimurnikan lebih jauh.

    Seorang perunding nuklir Iran, Ali Asghar Soltanieh, mengatakan masalah itu meledak di luar proporsinya untuk alasan politik. "Masalah ini menunjukkan bahwa beberapa berniat untuk merusak kerjasama konstruktif yang ada antara Teheran dan Badan Energi Atom Internasional," katanya.

    Menurut utusan Teheran untuk Badan Energi Atom Internasional PBB ini,  jejak uranium yang diperkaya di sebuah bunker bawah tanah berasal dari "masalah teknis rutin".

    Uranium ditemukan berada pada tingkat yang sedikit lebih dekat ke ambang yang diperlukan untuk mempersenjatai rudal nuklir. IAEA meminta Teheran untuk memberi penjelasan lengkap tentang jejak itu. Namun laporan tersebut terkesan berhati-hati untuk menghindarikesan bahwa Iran sengaja meningkatkan tingkat pengayaan uranium.

    Iran mengatakan hal itu semata kesalahan teknis, menurut laporan tersebut. Para analis dan diplomat mengatakan versi Iran terdengar masuk akal.

    TRIP B | FOX NEWS

    Berita Terkait:

    Iran Mampu Memproses Uranium untuk 5 Bom
    Obama: Seluruh Elemen Siap Hentikan Nuklir Iran
    IAEA Akui Gagal Selidiki Nuklir Iran
    CIA Dituding Bunuh Ahli Nuklir Iran
    Google Langsir Kota-kota Pembuat Nuklir Iran



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.