Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Sukhoi Co. terlihat di antara puing-puing pesawat Sukhoi Superjet-100 yang berserakan di tebing Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/5). AP

    Logo Sukhoi Co. terlihat di antara puing-puing pesawat Sukhoi Superjet-100 yang berserakan di tebing Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/5). AP

    TEMPO.CO , Jakarta - Intelijen Rusia berpikir Sukhoi Superjet 100 yang jatuh pada joy flight 9 Mei 2012 di Gunung Salak Bogor, Indonesia, kemungkinan disabotase Amerika Serikat. Hal ini ditulis salah satu media besar di Rusia pada Kamis, 24 Mei 2012.

    Pada salah satu artikelnya, tabloid Rusia Komsomolskaya Pravda menulis judul 'Amerika yang Akibatkan Kecelakaan Sukhoi?'. Tabloid itu menyebutkan beberapa petugas yang tidak disebutkan namanya mengatakan pesaing penerbangan Rusia itu ingin melihat penerbangan tersebut gagal.

    Pemerintah Rusia dan media di sana punya sejarah mengambinghitamkan negara lain atau orang asing atas kecelakaan maupun musibah yang mengaitkan Rusia.

    Seorang petinggi angkatan laut Rusia pernah menyalahkan Angkatan Laut Amerika Serikat atas tragedi Agustus 2000 kala kapal selam nuklir Kursk tenggelam dan menewaskan 118 pelaut. Hal itu karena ada beberapa kapal Amerika Serikat yang sedang berlatih di daerah Laut Barents. Contoh lain terjadi saat petinggi Agen Luar Angkasa Rusia Yury Kotev mengatakan satelit Mars yang tersangkut di orbit Bumi pada Rusia November lalu gagal karena aktivitas radar Amerika Serikat di daerah itu.

    Seorang agen intelijen tentara ini mengatakan kepada Komsomolskaya Pravda bahwa kantor mereka, The GRU, sudah lama melacak aktivitas pesawat Amerika Serikat di bandara Jakarta.

    "Kita tahu bahwa mereka (Amerika) memiliki banyak teknologi khusus yang juga kita miliki yang bisa mengganggu sinyal dari darat atau menyebabkan pembacaan parameter tidak berfungsi,” ujar pejabat itu.

    “Mungkin ini adalah salah satu alasan jatuhnya pesawat," kata pejabat itu. Penyelidik Indonesia sampai saat ini masih menyelidiki mencari penyebab jatuhnya pesawat itu.

    Di Washington, juru bicara Pentagon George Little membantah tudingan itu. George Little menganggap tuduhan itu omong kosong.

    TIMES ONLINE | MITRA TARIGAN

    Berita Terkait
    Sampah Tak Berserakan di Kemah Rusia
    Sebagian Tim Relawan Sukhoi Mulai Ditarik 

    Kisah Relawan Sukhoi, Bau Amis Jadi Teman 

    Keluarga Pramugari Korban Sukhoi Datangi RS Polri 

    Tragedi Shukoi, Tim Indonesia-Rusia Saling Sikut?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.