Keponakan Fidel Castro Boleh ke New York

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fidel Castro.  AP /Javier Galeano

    Fidel Castro. AP /Javier Galeano

    TEMPO.CO , HAVANA: -Dia memiliki paman yang gemar ngobrol soal pikirannya. Dari ayahnya, dia mewarisi suatu kegigihan disiplin. Tapi Mariela Castro, ibu tiga anak dan anggota keluarga paling kuat di Kuba, telah membuka jalan hidupnya sendiri membela hak-hak kaum gay.

    Dan kini, Mariela, 49 tahun, putri Presiden Kuba Raul Castro itu tengah membuat lawatan kontroversial ke Amerika Serikat untuk sebuah konferensi soal Amerika latin. "Dia menempatkan dirinya di garis depan perjuangan untuk hak-hak bagi komunitas LGBT," kata Gloria A. Careaga Perez, Selasa 22 Mei 2012, seorang profesor psikologi dari National Autonomous Unversity Mexico. Perez akan menjadi panel Mariela pada hari ini untuk pertemuan Asosiasi Studi Amerika Latin di San Fransisco, 22-26 Mei. Pada 29 Mei nanti dia berpartisipasi dalam sebuah diskusi di New York Public Library.

    Permintaan wawancara kepada Mariela Castro tak diberikan menjelang lawatannya, dan empat kawan dan penasehatnya menolak berbicara terbuka. Ini gejala warga Kuba yang punya ketidakperdayaan mendalam soal diskusi terbuka tentang keluarga Castro.

    Dia telah melakukan lobi selama bertahun-tahun kepada pemerintahan ayahnya untuk melegalkan pernikahan sesama jenis, yang belum pernah diluluskan. "Saya tak pernah ingin apapun bagian dari itu, 'sang putri dari'...," katanya dalam beberapa tahun lalu saat launching buku di Havana, Kuba.

    Figur Republiken Mitt Romney menyatakan dia "sangat terganggu" bahwa pemerintahan Presiden Barack Obama memberikan visa ke Mariela. Pakar seks yang mendukung hak-hak kaum gay itu diperbolehkan menghadiri pertemuan tahunan di San Fransisco.

    "Kita tidak seharusnya memperpanjang tangan terbuka kepada sebuah rezim yang secara sistematis menantang dasar-dasar HAM," kata Romney, kandidat terkuat Partai Republik untuk pemilihan presiden. Pemerintah Obama sebelumnya membela keputusannya pekan lalu. "Kami tidak terkait kebijakan dalam beberapa kasus seperti ini untuk meningkatkan hubungan politik," kata Victoria Nuland.

    AP | Newsday | Dwi Arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?