Iran Dekati Kesepakatan dengan IAEA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, Iran. REUTERS/Raheb Homavandi

    Pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, Iran. REUTERS/Raheb Homavandi

    TEMPO.CO , Wina - Iran menunjukkan iktikad baiknya untuk mengizinkan inspeksi internasional terhadap program nuklirnya. Menurut Ketua Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), Yukiya Amano, telah dicapai terobosan dengan para pejabat Iran atas permintaan lama badan ini untuk mendapat akses ke fasilitas nuklir negeri itu.

    Amano tidak menentukan jadwal atau pemerincian lainnya. Ia hanya menyatakan Iran sedang berusaha mengatur nada positif untuk perundingan nuklir dan mungkin mengurangi tekanan Barat melalui sanksi yang lebih berat.

    Amano kepada wartawan di markas IAEA di Wina menyatakan, "Telah terjadi suatu perkembangan penting dalam upaya lembaga untuk mencapai kesepakatan terstruktur tentang bagaimana inspektur akan melakukan investigasi."

    "Keputusan itu dibuat untuk menyimpulkan dan menandatangani suatu perjanjian," kata Amano, yang telah mengunjungi Teheran pada hari Minggu dan Senin--perjalanan pertamanya di sana sejak pengangkatannya pada 2009.

    Penilaian optimistis Amano datang bersamaan dengan sinyal optimistis terbaru dari diplomat Barat. Sebelumnya kepala perunding Iran, Saeed Jalili, mengisyaratkan kesediaan Iran dalam pembicaraan dengan enam negara--Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, Rusia, dan Cina--pada kesepakatan lebih luas untuk memastikan bahwa Iran tidak berusaha membangun senjata nuklir.

    Tujuan yang paling cepat dari pembicaraan itu antara lain untuk mendapatkan persetujuan Teheran menghentikan pengayaan uranium sampai kemurnian 20 persen, tingkat yang dibutuhkan untuk senjata nuklir dan setuju untuk mengekspor persediaan uranium yang diperkaya ke tingkat itu.

    TRIP B | NEW YORK TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.