Ikhwanul Muslimin Tak Janjikan Teokrasi di Mesir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zeinab al-Shogery, 58, menunjukkan kartu identitasnya untuk memerikan suara di tempat pemungutan suara di Giza, Mesir (21/12). AP/Nasser Nasser

    Zeinab al-Shogery, 58, menunjukkan kartu identitasnya untuk memerikan suara di tempat pemungutan suara di Giza, Mesir (21/12). AP/Nasser Nasser

    TEMPO.CO, Kairo - Kandidat kuat, Ikhwanul Muslimin Mohammed Mursi, berjanji tak akan menerapkan teokrasi jika memenangi pemilihan Presiden Mesir, yang akan dilaksanakan pada 23 dan 24 Mei nanti. Hal itu dikatakannya dalam sebuah pawai massa pada Ahad, 20 Mei, di Kairo.

    Mursi mengingatkan pendukungnya untuk mewaspadai adanya upaya mengganggu pemilu presiden tersebut. Pemilu ini merupakan yang pertama kalinya digelar sejak pemberontakan yang menjungkalkan Presiden Hosni Mubarak tahun lalu.

    Menurut laporan-laporan media Mesir, Mursi berada di urutan belakang dalam jajak pendapat. Tetapi posisinya melonjak dalam kotak suara ekspatriat pekan lalu dalam misi-misi diplomatik.

    Saat berpawai tadi malam di Kairo, Mursi bilang, siapa pun yang berupaya untuk kembali ke rezim lama atau mengingkari kemauan rakyat, "Bakal terjebak dan terbakar oleh kemarahan publik."

    Dia tidak memerinci siapa yang diduga bakal menghambat pemilihan umum, termasuk dugaan para loyalis mantan presiden.

    ASIAONE | REUTERS | DWI ARJANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.